Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Kamis, 27 Agustus 2009

Apa Yang Allah Inginkan Dari Hamba-Nya

Sabda imam Ali mengenai ilmu manusia “Aku temukan ilmu manusia hanya diringkas pada 4 hal :
1. Hendaklah kamu mengetahui mengenal siapa Tuhanmu,
2. Hendaklah kamu mengetahui apa yang diperbuat Allah kepadamu,
3. Hendaklah kamu mengetahui apa yang diinginkan Allah darimu,
4. Hendaklah kamu mengetahui apa yang menyebabkan kamu keluar dari agamamu.
Berbicara mengenai ramadhan Apabila ramadhan kita sukses maka seluruh bulan sesudahnya sampai ramadhan yang akan datang pasti sukses, karena ramadhan itu adalah bulan untuk training manusia, dan lagi seminggu ada hari jumat apabila jumatnya suksesnya maka hari-hari sesudahnya sampai jumat mendatang juga sukses, orang yang hajinya mabrur maka seluruh sisa umurnya akan dijaga oleh Allah.

Ketika ada seorang datang kepada imam Ali menanyakan bagaimana kita bisa tahu apakah sholat kita diterima Allah atau tidak, jawaban imam simple adalah sampai dimana kita mampu mencegah perbuatan fahsya' dan mungkar kita, didalam alquran itu juga menyangkut hubungan manusia dengan Allah dan juga sangat mengatur hubungan dengan sesama makanya dalam bulan Syawal ada istilah halah bi halal, menghalalkan kesalahan kita kepada orang lain supaya mendapat maap dari mereka. Apabila ingin mendapat ampunan Allah maka jangan pernah kikir memaafkan kesalahan orang lain, sering imam Ali bin zaenal abidin diawal doanya memohon “Ya Allah Engkau sering menganjurkan kami memaafkan kesalahan orang dan sudah kami maafkan maka maafkanlah juga dosa kami”.

Ada orang yang masih memiliki pahalanya dihadapan Allah disimpan yang pahalanya disisipkan oleh Allah pahalanya dikeluarkan khusus untuk hari ini(kiamat) yaitu pahala untuk orang yang masih mau memberi maaf kesamanya dan yang ingin kita bicarakan saat ini adalah apa yang Allah inginkan dari kita, Allah tidak pernah mengharamkan segala sesuatu kecuali yang dibalik itu pasti ada bahaya didalamnya, apabila kita membaca ayat alquran bahwa sebenarnya Allah selalu menginginkan kemudahan untuk hamba-Nya bukan kesulitan untuk kita, Allah ingin meringankan beban manusia karena manusia itu pada dasarnya lemah, Allah tidak akan pernah memperoleh keuntungan dari yang taat dan Allah tidak akan rugi apabila kita berpaling dari-Nya melanggar semua ketentuan-Nya yang rugi diri mereka sendiri.

Allah menciptakan segala sesuatu ini adalah untuk manusia tapi Allah juga menciptakan manusia ini untuk-Nya, Allah ciptakan manusia untuk memperoleh keuntungan dari-Nya, dan apabila kita sudah tau ini kita akan jadi ringan menjalani hidup ini “Allahu Akbar”, kalau kita mau melihat alquran yang sering kita baca yaitu Allah mencipkatan manusia ini untuk beribadah kepada-Nya selalu mendekatkan diri kepada-Nya dimanapun kita berada, ibadah itu ada 70 ribu bagian dan yang paling mulia ialah mencari rizki yang halal.

Allah memerintahkan beribadah kepada-Nya untuk kita bertaqwa kepada Allah, kalau kita bertaqwa kepada Allah tujuannya adalah mengantarkan manusia kepada kesuksesan di dunia dan akhirat, karena itu ternyata kalau kita membaca alquran orang-orang yang sukses adalah orang yang mengamalkan semua yang telah diberikan Allah untuk Allah dan mensucikan hatinya, ketika hati kotor tidak akan mencapai titik kesempurnaan dan semua perintah Allah ini untuk manusia sukses, Orang yang hatinya bersih daripada congkak, hasut, buruk sangka pada Allah dan sesama hamba Allah apabila orang telah sampai pada kedudukan ini pasti kita akan menjadi orang yang paling sukses, bahkan orang yang apabila sholatnya baik maka seluruh amalnya juga baik, karena sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, karena itu salah satu tugas nabi adalah untuk mensucikan mereka.

Dalam surat wasy-syamsyi diterangkan ada 7 sumpah Allah disana yaitu sungguh telah sukses apabila orang yang telah mensucikan hatinya dan ini adalah sumpah yang terakhir jadi sungguh yang paling dahsyat, apa arti kebahagian, kesuksesan dan dimana kebahagiaan??? kalau kita melihat Alquran yang bahagia adalah mereka yang suci hatinya, semboyan orang yang kenal Allah yang sukses adalah orang yang bisa mensucikan hatinya, Allah menginginkan hamba-Nya sukses dunia dan akhirat.

Tolak ukur kebahagiaan kita ialah ketika hati ini bersih, hati yang tidak sampai kepada Allah yaitu hati yang banyak karatnya apabila orang yang telah sampai pada kedudukan ini ia ia yakin Allah memberikan semua ini hanya untuk kemuliaan dan kesuksesan dirinya, yang berpaling dari Allah hidupnya tidak akan pernah nyaman, selalu gelisah, hidup seakan sempit jauh dari kebahagiaan, kebahagiaan itu bukan dilihat dari banyaknya harta, hati tidak akan pernah bahagia apabila tidak kita serahkan hati ini kepada pemiliknya.

Orang yang sukses ialah orang yang timbangan amal baiknya berat daripada darimana amal sholeh itu? dari perintah dan larangan Allah apabila kita praktekan, Allah menciptakan kita untuk kesuksesan kita, apa yang Allah inginkan dari manusia yaitu supaya manusia itu mendapat kesuksesan dan kebahagiaan, orang diberi jalan supaya sukes dikirim para nabi tapi mereka yang tidak mau mengikuti adalah orang yang paling mendholimi diri sendiri karena mensia-siakan jalan kesuksesan yang telah diberikan Allah. dalam Qs Ali imrah; 108 Allah menyebutkan
“Itulah ayat-ayat Allah. Kami bacakan ayat-ayat itu kepadamu dengan benar; dan tiadalah Allah berkehendak untuk menganiaya hamba-hamba-Nya[3:108].

Allah mensifati dzat-Nya “Tuhanmu tidak akan bersikap dholim pada hambanya”, tidak ada agama itu sulit, janganlah beranggapan agama ini seakan-akan membelenggunya sehingga tidak bisa bebas padahal segala ketentuan Allah ini semua adalah kemudahan untuk hamba-Nya, Allah tidak menginginkan mensulitkan hamba-Nya Allah cuma ingin kita menjadi orang-orang yang suci, jangan mengatakan islam ini beban repot padahal Allah meringankan dan pasti kita mampu melaksanakan, Allah menyuruh mengeluarkan zakat perintah ini pasti sebelumnya Allah telah memberi rizki untuknya kalau tidak datang jangan keluarkan zakat justru kita akan mendapat zakat, soal haji Allah mewajibkan hanya untuk yang mampu saja,

Imam Bakir bersabda “Demi Allah, Allah tidak mengharapkan dari manusia 2 hal, pertama Hamba-Nya mensyukuri semua nikmatnya apabila kite bersyukur ditambah nikmatnya dan yang kedua kalau kita mengakui dosa kita pasti Allah mengampuni dosa kita, Allah menolak iman seseorang apabila orang tadi menganggap semua ketentuan Allah adalah beban artinya menolak adalah imanya tidak sempurna seseorang yang menganggap semua ini beban untuknya padahal semua ini untuk keuntungannya.

kadang ada ungkapan yang enteng dari orang tapi besar bagi Allah yaitu berkata “Allah ini mendholimi dia” ini bisa besar dihadapan Allah padahal dalam firmanya Allah tidak pernah mendholimi hamba-Nya, jangan pernah menawar ketentuan Allah dan rosul-Nya kita hanya bisa melaksanakan dan jangan sampai menawar, jangan pernah melihat syariat ini beban yang halal itu lebih banyak daripada yang haram lalu kenapa kita menuju ke yang haram padahal dibalik haram itu ada bahaya yang besar.

Alquran cuma ini memberi pelajaran kalau kita berbuat baik ia untuk diri sendiri jika kita berbuat jelek ya untuk diri sendiri maka jangan pernah menganggap semua ketentuan Allah ini beban jangan lihat orang lain bagaimana lihatlah diri sendiri, siapa yang kikir berarti mengkikiri diri sendiri, apabila ia berbuat dosa berarti meracuni diri sendiri. Siapa yang melakukan kejelekan sekecil apapun itu akan nampak begitupula jika kita berbuat baik sekecil apapun pasti akan nampak nanti keliatan kelak dihari kiamat.

Semua ketentuan Allah untuk mengantarkan kita kepada pintu kesuksesan bukan memberatkan manusia karena Allah tidak pernah mendholimi Hamba-Nya, semua ketentuan Allah hanya untuk kesuksesan manusia untuk kemudahan manusia karena Allahlah yang Maha Tau Segala sesuatu sedangkan kita ini tidak tau apa-apa, kita hanya bisa melaksanakan jangan menawar..!!!

Sumber ;
- Sentuhan Qolbu Bersama Habib Muhammad bin Alwi Pasuruhan
- www.pasfmpati.com Streaming Pukul 00:00 Wib
- www.jkmhal.com

Hak-hak Kedua Orang Tua

Banyak ayat didalam Alquran yang menjelaskan tentang kewajiban berbuat baik kepada orangtua, agar setiap orang berbakti kepada orangtua, kita wajib bersyukur kepada Allah spontan kita juga berbakti kepada orangtua, apabila kita mengenal arti taukhid kepada Allah dalam waktu yang bersamaan selalu Alah memerintahkan berbakti kepada orangtua ini ada pada Qs al-israa' 23-24;
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia {850}.[23]
Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil"[24] .

Dalam Albaqarah ;83 Allah berfirman “Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling[2:83]. Jangan menyembah kecuali Allah dan berbuat baiklah kepada orangtua,

An-nisa ;36 “[4:36] Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh {294}, dan teman sejawat, ibnu sabil {295} dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,

Al-an'am ;151 “[6:151] Katakanlah: "Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka, dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar {518}". Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya).

Berkaitan dengan larangan syirik kepada Allah dengan apapun dan berbuat baik kepada orangtua, kita harus berikan keperluanya sebelum mereka meminta dan ini adalah salah satu berbuat baik, jangan sampai mereka memohon karena apabila mereka sampai memohon itu menusuk hatinya, dalam tunggu kita menanti mereka meminta sesuatu posisikan kita rendah dihadapan mereka.

Kita mutlak berbuat baik kepada orangtua ini sabda rosul SAW meskipun mereka mukmin bahkan orang kafir, perlakukan mereka yang baik apabila salahsatu dari mereka sudah tua jangan pernah berkata “Ufh” ini menolak ringan dan ini merupakan ungkapan yang menolak karena orang apabila tambah tua pemikirannyapun tidak seperti masa dulu dan kita tidak boleh capek, meskipun membuat posisi kita sulit dan tidak sesuai dengan permintaannya dengan kita, kadang anak yang sudha besar ia tidak perlu lagi pada orangtuanya padahal orangtunya semakin lama semakin tua maka alquran sangat menekan jangan pernah membantah jangan dibuat sedih, jangan dibentak kita tetep diperintahkan berbuat baik apapun permintaannya dalam kondisinya bagaimanapun, bersikap rendahdirilah kepada mereka dengan penuh kasih sayang dan yang terakhir adalah mendoakan mereka masih hidup ataupun sudah mati dan ini pasti sampai karena doa ini akan didengar oleh Allah meskipun mereka telah meninggal ini mutlak harus.

Tapi kedudukan mereka berbeda yaitu yang lebih tinggi yaitu ibu karena ibu mengandung dalam lemah dari kelemahannya dan menyusui lalu bersyukurlah kepada Allah karena Allah yang menciptakan kita, ibu menurut imam sajjad ;
1. Dia yang mengandung, tidak ada yang mampu kecuali ibu,
2. Memberikan semuanya kepada anak, dan tidak ada yang mampu kecuali ibu,
3. Dia telah mempersiapkandiri untuk melaksanan yang terbaik untuk anaknya baik itu seluruh anggota badan diberikan semua untuk kenyamanan anaknya, apabila malam hari menangis ibu akan memeluknya bahkan tidak gerak sedikitpun supaya sang anak tidak bangun,
4. Melakukan semuanya dengan senang, memikul semua kesedihannya semua demi anak
5. Dia rela kelaparan yang penting anaknya kenyang dan itu ia gembira karena itu
6. Dia rela tidak punya pakaian yang penting anaknya berpakaian
7. Gembira kalau anaknya tidak dahaga, meski ibu kahausan,
8. Siap menderita yang penting anaknya senang,

Hak seorang ibu tidak akan pernah mampu dibayar meski anaknya menggendong ibu untuk towaf keliling ka'bah meskipun ini pahalanya sangat besar tapi tidak akan pernah mampu mebayar meski sekali sakit pada saat akan melahirkan, karena itu rosul mewasiatkan supaya kita berbakti kepada ibu kita,ibu, ibu,baru bapak dan kerabat lalu rosul SAW bersabda surga dibawah telapak kaki ibu lalu kenapa kita harus mencari surga dimana-mana? Padahal dibawah telapak kakinya ibu surga.

Ada pemuda yang mengeluh karena problem lalu datang kepada rosul minta solusi supaya bebas dan selesai semua problemnya tapi rosul menanyakan apakah ia masih punya ibu , lalu pemuda tadi berkata ibunya sudah meninggal sedangkan yang dia punya hanya bapak, lalu rosul menganjurkan untuk datang kepada bapaknya minta doanya, belum pergi begitu jauh dari hadapan rosul SAW, Rosul bersabda dihadapan para sabahatnya dan ini juga sabda yang pertama “Demi Allah andai ibunya masih hidup akan lebih cepat selesai problemnya”, bahkan apabila kita mau berjihat (apabila kita menyerang musuh) tapi ibu kita menangisi kepergian kita maka rosul menyeruh untuk tetap bersama ibunya, karena ini yang lebih penting, tapi kalau diserang yang lebih penting adalah berjihad melawan musuh-musuh Allah, karena dalam medan perang surga berada dibawah pedang.

Berikut adalah hak-hak Ayah antaralain ;
1. Ayah adalah asal kita karena tanpa ayah tidak kita akan ada,
2. Apapun yang kamu melihat kesuksesan yang telah kita capai semua itu tidak akan kita peroleh tanpa ayah, karena itu bersyukurlah pada Allah lalu bersyukur kapada orangtua,
3. Ayah itu adalah salah satu pintu surga maka jangalah pintu itu, kita berbakti kepada orangtua maka anak-anak kita juga akan berbakti kepada kita dan ini balasan yang masih didunia belum nanti diakhirat. Kalau kita mempunyai segala sesuatu berikan terlebih dahulu orangtuamu, orang yang durhaka pada orangtua tidak akan pernah memperoleh bau harum surga sekalipun,

Lalu masih adakah waktu kita berbuat baik kepada orangtua kita yang telah wafat ;
1. Sholat untuk mereka
2. Memohonkan ampun untuk mereka berdua
3. Melaksanakan apa yang mereka tentukan dalam hal-hal yng masih dalam naungan perintah Allah, melaksanakan janji mereka, melaksanakan semua wasiatnya,
4. Menghormati kawan mereka, jangan kita putus muliakanlah mereka yang pernah berbuat baik kepada orangtua kita,
5. Menghubungi sanak-saudara mereka yang masih ada hubungan, rosul SAW pernah bersabda pemimpin orang-orang yang bakti adalah orang-orang yang berbuat baik kepada sanak-saudara pada orangtua.

Pandanglah orangtua dengan lembut, jangan angkat suara melebihi suara orangtua apalagi membentak ini merupakan durhaka.

Hak seorang anak ;
1. Dikenalkan siapa Tuhannya
2. Memberi bimbingan yang baik untuk mengajak anak taat kepada Allah
2. Anak adalaah wasiat Allah supaya kita membimbing mereka
3. Anak merupakan hadiah dari Allah
4. Umur 7 tahun pertama biarkan mereka bermain, umur 7 tahun kedua jadikan mereka seolah-olah kawanmu dan berilah bimbingan yang sesuai dengan zamannya tapi yang tidak bentrok dengan hukum Allah, anak itu perlu bimbingan dari orangtua tapi dizaman sekarang apalagi dikota-kota besar anak tidak pernah bertemu dengan orangtuanya padahal mereka perlu bimbingan dan ini besar tanggungjawabnya kelak dihadapan Allah.

Apa yang yang harus kita lakukan kepada Anak-anak
1. Kenalkan mereka untuk mengenal rosul SAW
2. Kenalkan mereka untuk mengenal ahlul bait n para sahabat rosul supaya mereka cinta
3. Lalu gemarkan mereka untuk membaca Alquran
apabila kita mendidik anak untuk beramal sholeh maka kita akan mendapat pahalanya juga ketika diakhirat, bantu anak untuk beramal sholeh dan berbakti kepada orangtua pasti sang bapak dan ibu juga mendapat rahmad Allah, orangtua mampu membuang kedurhakaan dari anaknya tapi orangtua juga bisa menyebabkan anak itu mejadi durhaka kepada orangtuanya.

- Ya Allah apabila ampunanmu ada untukku maka terlebih dahulu ampunilah dosa orangtuaku
- Ya Allah apabila syafaatmu itu ada untukku beri syafaatmu juga untuk kedua orangtuaku
- Ya Allah apabila syafaatmu ada kepada orangtuaku gambungkan aku kedalam syafaat mereka
- Ya Allah lipatgandakan padaha kedua orantuaku disisimu Amin

Sumber;
- Sentuhan Qolbu bersama habib Muhammad bin Alwi Pasuruhan
- www.pasfmpati.com Streaming Pukul 00:00 Wib
- www.jkmhal.com


Keagungan Bulan Ramadhan

1. Nafas kita ini dihitung sebagai ibadah.

2. Tidur orang yang berpuasa itu dihitung di ibadah.

3. Amal kita dibulan ramadhan ini pasti diterima oleh Allah, kita tidak pernah tau apakah amal kita ini diterima oleh Allah, karena itu orang beramala apapun tidak akan menepuk dadanya karena mereka tidak tau apakah amalnya itu diterima atau tidak hati mereka selalu takut, rosul berjaminan ketika kita melaksanakan perintah allah dan rosul, ada orang beramal tapi riyak ini bisa membakar semua pahalanya seperti api yang membayar.

4. Doa kita diterima oleh Allah pada bulan ramadhan, doa ini adalah ibadah yang besar makanya perbanyaklah doa dan intinya ibadah adalalah doa, orang yang tidak berdoa adalah orang yang sombong, Allah maha sennag kalau hamba-Nya berdoa kepada-Nya dan pasti setiap doa itu dikabulkan tapi kapan itu terserah Allah, berdoa untuk diri sendiri, orang tua, saudara, tetangga dan seluruh umat mukmin.

Mohon doa kepada Allah dengan niat yang benar dan niat yang suci jujur hnya minta kepada Allah, berharap hanya kepada Allah cuma ingat kepada Allah,contoh misalnya orang dihimpit kemiskinan ia bedoa kepada Allah tapi masih membawa orang yang kaya didekat rumahnya supaya membantu dia ini bukan yang murni, doa yang mukhotob adalah tidak inget sesuatu kecuali inget Allah dan ini pasti dikabulkan. Kapan hati suci?? yaitu ketika hati ini jauh dari yang haram kapan itu ketika jauh dari segala sesuatu yang haram misalnya pakaiannya, dagingnya itu tidak dari yang halal.

Sesuatu yang paling mahal yang turun dari Allah adalah taufik (petunjuk dari Allah), dan sesuatu yang indah yang baik naik kepada Allah dari hamba-Nya adalah ikhlas. Banyak orang sehat tapi tidak berpuasa orang itu tidak mendapat taufik dari Allah kita tida akan pernah mampu melaksanakan puasa ini jika tidak taufik dari Allah, membaca Alquran juga taufik dari Allah karena halangan itu ada saja makanya kita harus berdoa supaya diberi Taufiqnya. Setiap orang yang mengandalkan dirinya dalam hal taat kepada Allah pasti ia tidak akan sukses.

Kalau kamu puasa dicaci jangan ikut membalas karena puasa ini adalah amanat, jagalah seluruh anggota tubuh agar tidak melaksanakan yang bertentangan dengan hukum Allah.

Kita harus berdoa kepada Allah agar kita memperoleh bimbingan dan taufiq supaya bisa melaksanakan puasa dengan sebenarnya dan mendapat bimbingan supaya bisa menyempatkan diri untuk membaca alquran, orang yang celaka ialah orang yang tidak memperoleh ampunan dari Allah di bulan ini, ini adalah orang yang celaka yang sebenarnya menurut rosul karena dibulan ini Allah memberikan seluruh ampunan kepada hamba-Nya, bulan ramadhan sudah selesai sementara dosanya belum diampuni sementara orang yang lain mendapat untung dan hadiah dari Allah. Khusus dibulan ini Allah membuka ampunan lebih lebar daripada bulan-bulan yang lain. Artinya di bulan yang lainnya akan lebih sulit lagi memperoleh ampunan karena mensia-siakan bulan ramadhan ini dimana ampunan Allah dibuka sangat lebar.

Sungguh keterlaluan kalau di bulan ramadhan ini sampai ada yang tidak mendapat ampunan Allah rosul bersabda “ingatlah lapar dan dahaga ketika di siang hari dihari puasa, dan bayangkanlah lapar dan dahaganya kelak dipadang mahsyar??? pernahkan kita berpikir sampai sejauh itu jangan dikira orang lain bisa menikmati makanan seperti kita ini bisa makan pagi, siang dan malam, bahkan ada yang sampai mati kelaparan makanya Allah menyeru kaum mukmin yang bertaqwa untuk puasa agar bisa merasakan nasib orang miskin yang kelaparan dan ini adalah makna puasa, tetapi rosul bukan hanya mengingatkan untuk laparnya didunia ini saja tapi rosul mengingatkan lapar dan dahaganya ketika orang-orang dibangkitkan di hari kiamat dipadang mahsyar, karena disana sangat panas berbagai riwayat kalau banyak orang yang tenggelam oleh keringatnya sendiri “naudzubillah”, kenapa harus mengingat akhirat dalam semua hal termasuk jual beli, usaha, niaga, mencari rizki dll apa maksudnya dengan ini karena semua perbuatan kita ini akan dipertanyakan dan diminta pertanggungjawaban oleh Allah kelak. (Sod ;26)

Banyak orang yang menginggalkan keketentuan Allah dan itu karena lupa akan adanya hari kiamat dan ini adalah pangkalnya sehingga orang bisa berbuat semenang-menang dibumi Allah tanpa sadar ada siksaan demi siksaan yang dahsyat dari Allah. Bersedakahlah kepada para orang fakir dan orang miskin, yakininlah syariat yang dibawa rosul ini selalu mengatur hubungan antara kita kepada Allah dan sesama. Orang yang merasa selalu miskin dihadapan Allah ia tidak akan pernah melupakan orang miskin karena ia takut ia akan juga dilupakan Allah.

Besarnya arti sodaqoh khususnya dalam bulan ramadhan, setan itu kalah kepada orang yang puasa dan shodaqoh, setan itu selalu mengganggu dan berupaya mencegah seorang mukmin untuk sodaqoh karena shodaqoh itu bagi mereka seperti ada yang menaruh geraji diatas kepalanya dan menggergaji kepalanya seperti orang yang menggergaji kayu, mereka sangat kesakitan karena di shodaqoh ada 5 hal :
1. Menambah hartanya pasti ditambah oleh Allah
2. Menyembuhkan orang sakit
3. Menolak balak
4. Kelak akan melewati sirot mustaqim seperti kilat
5. Meringankan ketika hisab bahkan bebasa dari hisab
karena itu jangan ia kan permintaan setan, uang ini kalau kita keluarkan sodaqoh itu akan kekal padahal asalmulanya tidak ada dan akan dilipatkan paling sedikit 10 kali disisi Allah, siapa yang bisa melawan kekikirannya adalah orang yang paling beruntung, ketika kita shodaqoh harta itu akan menjaga kita sampai hari kiamat, dulunya hartnya yang dikeluarkan itu kecil tapi nanti akan besar dan ini adalah hikmah dari sodaqoh dll. Malaikat penjaga neraka itu bersyukur kepada Allah sujud dan berterimakasih kepada Allah ketika ada hambanya terutama yaitu dari Umat nabi Muhammad Saw yang membebaskan diri dari neraka yang dijaganya.

Shodaqoh itu yang paling wajib adalah kepada orangtua, sanaksaudara, tetangga baru kepada yang lebihluas lagi, kenapa yang paling diwajibkan kepada orantua dan sanaksaudara dahulu karena manfaatnya besar ini juga bisa mempererat tali silaturahmi karena jangan sampai terputus tali persaudaraan karena ada ancama dari Allah akan memutus rahmatnya juga kelak di hari kiamat lalu kemana lagi kita meminta pertolongan kalau tidak kepada Allah??


Pahala silaturahmi itu diajukan oleh Allah didunia sebelum diakhirat dipanjangakan umur dan ditambah rejekinya dan ini lebih diharuskan pada bulan ramadhan karena waktu ini adalah yang terbaik, silaturahmi ini bermacam-macam ada saling kunjung mengunjung ada juga saling bantu membantu kalau ada yang sedang memerlukan bantuan, kalau mengabaikan haknya berarti juga belum bersilaturahmi yang sebenarnya, jaga lisan di bulan ramadhan diluar bulan ramadhan pun juga dianjurkan karena akibatnya sangat fatal karena lisannya yang keji. Kalau tidak bisa mengatakan hal yang baik lebih baik diam saja, tapi kalau bisa katakanlah yang baik.

Pahala silaturahmi itu diajukan oleh Allah didunia sebelum diakhirat dipanjangakan umur dan ditambah rejekinya dan ini lebih diharuskan pada bulan ramadhan karena waktu ini adalah yang terbaik, silaturahmi ini bermacam-macam ada saling kunjung mengunjung ada juga saling bantu membantu kalau ada yang sedang memerlukan bantuan, kalau mengabaikan haknya berarti juga belum bersilaturahmi yang sebenarnya, jaga lisan di bulan ramadhan diluar bulan ramadhan pun juga dianjurkan karena akibatnya sangat fatal karena lisannya yang keji. Kalau tidak bisa mengatakan hal yang baik lebih baik diam saja, tapi kalau bisa katakanlah yang baik.

Puasa lebih diharapkan untuk menjaga lisannya, karena ibadah yang dicintai oleh Allah adalah diam dan puasa, yang tidak menjaga lisannya ia tidak akan mendapatkan pahala sepenuhnya orang yang berpuasa bahkan bisa-bisa batal puasanya, orang yang mengumpat sesama mukmin itu bagaikan memakan daging bangkai saudaranya, sungguh beruntung orang yang dapat menjaga lisannya, kelebihan omong itu tidak ada untunganya tapi orang yang kaya tapi mengeluarkan hartanya itu yang baik.

Puasa itu sebenarnya adalah tameng maka kalau ngomong kotor jika berpuasa, apabila orang yang ingin mengajak kamu berkelahi maka jangan balas caciannya lebih baik diam rosul menganjurkan “maaf aku sedang berpuasa, aku tidak mau meladenimu” apakah ini hanya untuk ramadhan saja setiap hari juga kita wajib menjaga lisannya, semua anggota tubuh ini tergantung kepada lisannya kalau lisan ini tidak dijaga bagian tubuh yang lain juga akan merasakan akibatnya misalnya sakit dipukul dll. Tidak ada baiknya lisan ini kecuali dalam 3 hal :
1. Lisan ini diajak untuk menyampaikan sesuatu yang baik dan indah
2. Lisan ini digunakan mengajak orang untuk bershodaqoh
3. Kita gunakan lisan ini untuk mendamaikan orang yang berselisih
selain 3 hal ini tidak ada gunanya lebih baik diam.

Pejamkan mata ini dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah, tutup telingan rapat-rapat dari hal yang jelek dan jaga semua semua anggota badan agar ikut berpuasa, jangan sampai menyamakan hari puasa dengan tidak puasa, dan ada ayat alquran yang melarang kita duduk diantara orang-orang yang sedang mengumpat karena kita juga tidak ada bedanya dengan mereka yang mengumpat dan ini ada tanggungjawab dihadapan Allah.

Berbelas kasihlah kepada anak-anak yatim pada bulan ramadhan karena itu adalah amanah Allah, alquran selalu mendahulukan anak yatim dalam berbagai hal, bukan hanya memberi makan saja tapi Allah menganjurkan untuk memberi kasih sayang pertama kali kepada mereka, karena kita ini hidup panjang nanti Allah juga akan berbelas kasih kepada anak-anak yatim kita, tidak boleh kita merasa cukup hubungan dengan Allah saja tapi hukum Allah pasti menyangkut juga dengan hubungan terhadap sesama ada ibadah sosial tidak boleh orang hidup acuh tak acuh dengan sesama apalagi malah mengganggu tetangganya, manusia yang terbaik dari manusia yang paling banyak memberi manfaat kepada orang lain.

Angkatlah tangan (berdoa) setelah sholat fardu karena hal ini lebih disenangi Allah daripada sholat sunnah disitu Allah akan memandang hamba-Nya dengan penuh rahmat, ketika hamba-Nya memanggil Allah disahuti oleh Allah, apabila meminta pasti dikabulkan dan ini lebih khusus di bulan ramadhan jangan sampai lupa setelah sholat fardu jangan langsung pergi perbanyaklah doa orang yang tidak berdoa kepada Allah itu orang yang sombong karena merasa tidak butuh Allah lagi.

Sumber ;
- Sentuhan Qolbu Bersama Habib Muhammad bin Alwi Pasuruhan
- www.pasfmpati.com Streaming Pukul 00:00 Wib



TIPS DARI ROSUL SAW MENGHADAPI HIDUP

Semua amal kita dimintai pertanggungjawaban kelak, apabila baik maka surga dan kerelahan Allah akan menanti kita, dan apabila amal jelek neraka dan kemurkaan Allah yang akan menanti kita disana, maka lepaskanlah amal perbuatan jelek kita dengan istighfar dan harus cepat-cepat meminta ampun apabila kita kembali ke akhirat akan membawa kejelekan itu, dan apabila cepat-cepat minta ampun maka kita kembali ke Allah sudah diampuni dosa-dosa kita, tidak memikul lagi sanksi atas perbuatan kita.

Datanglah seorang kepada rosul yang mengatakan “aku berbuat dosa ya rosul, rosul menjawab “istighfar kepada Allah”, “aku sudah minta ampun ya rosul tapi aku masih mengulang sampai ketiga kalinya” tapi rosul tetep menyuruh meminta ampun kepada Allah sampai setan kalah, jangan sampai putus asa dalam ampunan Allah karena itu dosa besar, dan harus diingat jangan main-main dengan dosa yang terus disengaja karena tau kalau Allah itu maha pengampun dosa, lalu meremehkan Allah. Ini akan menjadi besar dihadapan Allah.

Jiwa kita tergadai dengan amal kita maka lepaskan dengan istigfar kepada Allah, kalau berbuat dosa cepat-cepat lakukan perbuatan baik supaya dosa itu bisa terhapuskan, surga dan neraka itu ya kita sendiri yang bangun, sebenarnya punggung anak adam ini memikul beban berat maka ringankanlah dengan perbanyak sujud dihapan Allah, beban itu adalah dosa entah tiap hari berapa banyak dosa yang kita perbuat, kita jadi bungkuk karena semua beban itu maka ringankanlah dosa ini dengan perpanjang sujud kepada Allah, dosa apabila dilakukan anak adam seperti menciptakan titik hitam dihatinya apabila dilakukan terus menerus maka hati itu akan jadi hitam dan akan terbalaik hatinya sehingga senang kepada kebatilan dan benci kepada hak dan ini adalah siksaan Allah terberat sebelum diakhirat. Normalnya hati malu dan takut apabila melakukan dosa seperti kepalanya ada beban yang berat dan menjadi gelisah, malu dan takut kalau orang lain tau dosa yang telah dilakukannya.

Perumpamaannya gelas apabila masih normal itu menghadap keatas akan bisa diisi segala sesuatu sesuai kapasitasnya tapi kalau sudah terbalik maka ia tidak bisa menerima apapun lagi nasehat tidak lagi dihiraukan seakan-akan lewat gitu saja, rosul pernah menggambarkan posisi hamba paling dekat dihadapan Allah ketika sujud, sujud dapat menyelesaikan masalah-masalah, menyeselainnya dengan berusaha dan bersujud dalam keadaan apapun itu, setiap orang sujud sekali Allah mengangkat derajadnya, perpanjanglah sujud karena itu bakaian menghina iblis karena iblis disuruh sujud tidak pernah mau.

Allah bersumpah dengan segala kebesaranya tidak akan menyiksa orang-orang yang sholat dan bersujud karena mereka adalah orang yang mulia disisi Allah karena itu mustahil Allah akan menyiksa mereka, kenapa rosul masih menyebut sujud padahal sudah menyebut sholat? Karena pentingnya sujud itu sendiri ada juga sujud yang diluar sholat misalnya sujud tasyakur setelah sholat dengan berkata “syukron”, misal setelah sholat tahajjud sujud dan mengucapkan ini berulang-ulang “laa illa ha illa anta subhaanaka ini dst”. Kedua Allah tidak akan menakut-nakuti terhadap neraka hampir setiap orang kelak akan diperlihatkan ketika dibangkitkan dipadang mahsyar dengan dinampakkan neraka jahannam, suara neraka saja bisa melupakan kenikmatan dunianya semua orang akan ketakutan. Tapi dalam hal ini bukan perbuatan sujud dan sholat saja, tapi orang yang sujud dan sholat dengan sebenarnya.

Sumber :
- Sentuhan Qolbu bersama Habib Muhammad bin Alwi Pasuruhan
- www.pasfmpati.com Streaming Pukul 00:00 Wib


Bagaimana Cara Kita Brtaqwa


Dalam (surat al Hadiid ; 20) ada 3 jalan agar kita menjadi bertaqwa :
"Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah - megah antara kamu serta berbangga -banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.[57:20]

Kehidupan dunia ini adalah Fatamurgana dan tipu menipu, perhiasan saja, saling membangga-banggakan, saling banyak harta dan anak, Allah menggambarkan hujan turun maka petani suka dan berebut untuk menanam padi dan setelah itu kering kemudian kuning dan diakhirat ada siksaan yang pedih untuk itu ; lalui jalan 3 ini ini disabdakan Oleh Rosul S.A.W dikomentari oleh imam Ali Sa lalu Imam Husein Sa ada 3 Golongan orang takwa ;

1. Menyembah Allah tetapi mengharap sesuatu dari Allah karena takut ini seperti prinsip orang dagang tujuannya supaya tidak disiksa kelak diakhirat, dan ini tidak salah dan diizinkan karena Allah tau kedudukan kita dan bagaimana kemampuan kita ini. Ibadah kita pada dasarnya lebih takut neraka daripada mengharap surga Allah. Karena neraka itu ialah simbul kemurkaan Allah jadi sungguh pantas kalau neraka ditakuti.

2. Menyembah Allah tatpi (roja') mengharap surga Allah yang penuh dengan kenikmatannya, seperi hamba sahaya kepada majikannya yang mengharap sesuatu kepada Majikannya kalau keinginannya sudah tercapai maka akan melupakan. Maka ini berarti bukan Allah yang mereka cari tatapi surgadan ini tidak disalahkan Allah karena Allah pernah menawarkan kita membeli taqwa kita dengan surganya. Jadi jangan disalah pahami karena ini adalah kemampuan kita dan ini adalah ibadah yang besar.

3. Beribadah karena mensyukuri nikmat Allah yang diberikan dan karena Allah pantas untuk disembah dan ini murni cinta kepada Allah melebihi segala sesuatu inilah orang-orang yang merdeka ini kedudukan yang tak pernah tersentuh kecuali para anbiya' dan orang-orang mutohharun. Seperti munajat imam Ali Sa. menyembah kepada Allah bukan takut neraka dan ingin surga tapi beliau menyembah Allah karena Allah itu pantas disembah, bagi mereka surga itu adalah Allah itu sendiri maka mereka tak pernah memikirkan neraka dan surga.

Salah satu kenikmatan surga ialah Allah akan memberi mereka minuman, dari minuman ini akan mensucikan mereka sehingga yang ada apa yang mereka lihat adalah Allah dan ini sudah dimiliki Oleh ahlul Bait sehingga mereka tidak melihat sesuatu kecuali hanya Allah baik itu mereka melihat melalui matanya ataupun lewart hatahatinya. segala sesuatu yang terlihat baik itu bidadari atau sebagainya hanyalah Allah yang nampak. Harapan terbesar yang diharapkan dari orang yang mencintai ialah dengan mendapatkan cinta dari yang kita cintai itu dan ini hanya bisa melalui Sayyidil wujud Muhammad S.A.W

nabi ibrohim As mendapat kedudukan kholilurrohman salah satunya karena banyak-banyaknya beliau As bersholawat kepada Nabi teragung Muhammad S.A.W

Narasumber ;
- Sentuhan qolbu Habib Muhammad bin Alwi pasuruhan
- www.pasfmpati.net Pukul 00:00 W.i.b
- www.jkmhal.com


Puasa Meningkatkan Diri dari Beriman Menjadi Bertaqwa, Mengapa?

Judul di atas itu tentu sudah jelas, yakni menyangkut hikmah puasa. Kita
mulai dengan Firman Allah dalam Al Quran, S. Al Baqarah, ayat 185:
-- Ya- ayyuhalladziyna a-manuw kutiba 'alaikumu.shshiya-mu kama- kutiba 'ala
lladziyna min qablikum la'allakum tattaquw0n, artinya: Hai orang-orang
beriman, diwajibkan atasmu berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan atas
orang-orang sebelummu, mudah-mudahan kamu bertaqwa.

Jadi jelas dari bunyi ayat tersebut, bahwa puasa itu dapat meningkatkan
orang beriman menjadi bertaqwa. Mengapa? Dari jawaban mengapa ini, akan
jelas apa hikmah yang tersirat di dalamnya. Taqwa adalah bahasa Al Quran,
dibentuk oleh akar kata yang terdiri atas tiga huruf: waw, qaf, ya, yaitu
waqa- atau waqiya, atinya waspada, memelihara diri, menghindarkan diri,
menjaga diri. Orang yang telah mencapai derajat taqwa, adalah yang telah
terpelihara dari segala apa-apa yang menjerumuskan. Ibarat orang yang
berjalan melalui semak belukar yang penuh duri, sampai-sampai kepada
pakaiannyapun terpelihara dari robekan / tusukan duri. Atau ibarat oang yang
menerobos lalu-lintas yang semrawut / crowded, terpelihara dari bahaya
tabrakan. Bertaqwa kepada Allah ialah menjaga diri sehingga terpelihara dari
melanggar larangan Allah SWT, terpelihara dari hambatan untuk melaksanakan
perintah Allah SWT. Bertaqwa (tattaquwn, yattaquwn) adalah fi'il (kata
kerja) melaksanakan seluruh suruhan Allah dan menjauhi segala laranganNya.

Menurut Karl Marx, moral manusia itu ditentukan oleh kondisi perekonomian,
artinya moral manusia itu ditentukan oleh lingkungannya. Manusia sama sekali
tidak berdaya terhadap lingkungannya. Artinya manusia itu adalah budak dari
lingkungannya. Walaupun komunisme telah ambruk seiring dengan bubarnya Uni
Sovyet, namun faham Karl Marx, yang dedengkot komunisme tersebut, masih
banyak dianut orang. Yaitu orang yang masih setia kepada apa yang disebut
dengan wetensdhappelijke socialisme, sosialisme ilmu. Dahulu di Indonesia
ini ada tiga kelompok Marxisme. Yang pertama penganut sosialisme ilmu, yang
berkumpul dalam kekuatan politik Partai Sosialis Indonesia (PSI), kedua
Marxisme-Trozkist berkumpul dalam Partai Murba dan Marxisme-Leninist
berkumpul dalam Partai Komunis Indonesia (PKI).

Menurut Sigmun Freud (diucapkan froid), yang dedengkot psiko-analist,
manusia sama sekali tak berdaya terhadap kekuatan yang ada dalam dirinya
yaitu kekuatan libido berkarakteristik seksual. Semua pikiran dan aktivitas
manusia bersumber dari dorongan kekuatan libido ini. Artinya manusia itu
adalah budak dari libido yang ada dalam dirinya.

Maka jika digabungkan kedua teori itu, teori Karl Marx dan Sigmun Freud,
yang keduanya peranakan Jerman-Yahudi, maka sempurnalah manusia itu menjadi
budak. Ya budak internal dan budak external. Manusia betul-betul menjadi
bulan-bulanan kekuatan libido dan kekuatan lingkungan.

Ajaran Islam tidak mengingkari kedua kekuatan tersebut. Namun dalam ajaran
Islam kekuatan-kekuatan itu bukanlah penentu. Manusia bukanlah budak,
ataupun bulan-bulanan kedua kekuatan internal dan external itu. Pada waktu
Pasukan Islam Madinah pulang dari Perang Uhud yang seru itu, ketika
Rasulullah mengistirahatkan pasukannya dalam perjalanan pulang itu,
Rasulullah bersabda: Kita baru selesai dengan Jihadu lAshgar, perang yang
sangat kecil dan kita segera akan menghadapi Jihadu lAkbar, perang yang
sangat besar. Maka para sahabat bertanya: Ya RasulaLlah, kalau tadi di bukit
Uhud itu hanya perang yang sangat kecil, maka bagaimakanakah besarnya
pasukan yang akan dihadapi itu. Maka Rasulullah menjawab: Jiha-du nNafs,
berjihad melawan diri sendiri. Musuh yang akan dihadapi itu adalah musuh
yang setiap saat menyerang kita yaitu Al Hawa- , Nafsun Amma-rah dalam
tataran nafsani (manusia terdiri atas tiga tataran: jasmani, nafsani,
ruhani).
Dari sabda Rasulullah itu kita dapat menyimak bahwa Allah SWT menjadikan
manusia itu dengan perlengkapan sebuah kekuatan pengendali yang sanggup
dipakai untuk berperang dalam peperangan dahsyat Jihadu lAkbar itu. Kekuatan
pengendali inilah yang tidak dilihat baik oleh Karl Marx, maupun Sigmun
Freud, sehingga mereka berteori bahwa lingkungan dan libido itu menjadi
penentu. Dalam bahasa Al Quran, kekuatan pengendali itu disebut Nafsun
Muthmainnah.

Ibadah puasa sifatnya berbeda dengan ke empat Rukun Islam yang lain. Kalimah
Syahadatain diucapkan dimulut, dibenarkan oleh pikiran dan dimantapkan di
qalbu, sifatnya terbuka, karena diucapkan, orang lain dapat mendengarnya.
Shalat juga sifatnya terbuka, karena teridiri atas gerakan dan ucapan, dapat
dilihat dan didengar. Mengeluarkan zakat, naik haji juga terdiri atas
gerakan dan ucapan sehingga juga sifatnya terbuka. Jadi Rukun Islam pertama,
kedua, ketiga dan kelima dapat saja dikerjakan atas dasar riya, penampilan,
tidak atas dasar iman. Seorang pemuda misalnya untuk dapat menarik hati
calon mertua yang taat, ia akan shalat penampilan, memperlihatkan kepada
calon mertua bahwa ia shalat, jadi bukan atas dasar iman. Seorang jurkam ia
dapat saja shalat untuk menarik massa, bukan atas dasar iman. Seorang naik
haji dapat saja bukan atas dasar iman, melainkan untuk status sosial. Lain
halnya dengan Rukun Islam yang keempat ini, yaitu puasa. Ibadah puasa ini
sifatnya tertutup, tidak dapat ditunjukkan kepada orang lain. Yang dapat
ditunjukkan kepada orang adalah berbuka puasa dan berpura-pura loyo atau
meludah-ludah secara demonstratif. Maka puasa itu hanya dapat dilaksanakan
oleh orang-orang yang beriman, karena yang tahu bahwa ia berpuasa hanya
dirinya sendiri dan Allah SWT.

Karena puasa itu tidak dapat dilaksanakan atas dasar penampilan, maka puasa
itu betul-betul sangat bermanfaat untuk melatih diri meningkatkan keampuhan
tenaga pengendali dalam diri kita. Ibarat mengasah senjata sebulan penuh
sehingga cukup tajam buat dipakai untuk Jiha-du lAkbar.
Mengendalikan, bukan membunuh, sebab Al Hawa- , Nafsun Amma-rah, (dorongan
seksual dan kemarahan) itu berguna untuk kelanjutan spesi manusia,
berkembang biak, dan mempertahankan hidup dari keganasan lingkungan.

Sebulan penuh kita melatih diri meningkatkan keampuhan senjata berupa
kekuatan pengendali itu. Dengan latihan sebulan penuh itu dapatlah senjata
itu dipakai untuk berperang sebelas bulan berikutnya. Hingga tiba kembali ke
dalam bulan Ramadhan yang brukutnya, senjata yang mulai tumpul karena
dipakai berperang selama sebelas bulan, diasah lagi dalama bulan Ramadhan
yang berkutnya. Dengan tajamnya alat yang diberikan oleh Allah SWT maka
terpeliharalah diri kita dari segala apa yang menjerumuskan dan itulah yang
disebut mencapai kedudukan taqwa, insya Allah. WaLla-hu a'lamu bishshawa-b.

Makassar, 8 Maret 1992
[H.Muh Nur Abdurrahman]


Memperbarui Komitmen Setiap Malam

Dalam sebuah hadits riwayat Imam Bukhary disebutkan bahwa setiap malam ketika Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bangun untuk sholat malam beliau menyampaikan sebuah doa kepada Allah ta’aala yang intinya memohon ampunan Allah ta’aala atas segenap dosa di masa lalu dan yang akan datang. Namun sangat menarik untuk dicatat bahwa doa tersebut diawali dengan rangkaian ungkapan pujian yang mengandung pembaruan komitmen Nabi shollallahu ’alaih wa sallam kepada Allah ta’aala dan kepada kehidupan akhirat.

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ مِنْ اللَّيْلِ يَتَهَجَّدُ قَالَ اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ وَلَكَ الْحَمْدُ لَكَ مُلْكُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاؤُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّونَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ اللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَوْ لَا إِلَهَ غَيْرُكَ

Bila Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam bangun di waktu malam untuk sholat tahajjud beliau mengajukan doa berikut: “Ya Allah, bagimu segala puji, Engkau Penegak langit dan bumi serta segala isinya. BagiMu segala puji, Engkau Cahaya langit dan bumi serta segala isinya. BagiMu segala puji, milikMu Kerajaan langit dan bumi serta segala isinya. BagiMu segala puji, Engkau Cahaya langit dan bumi serta segala isinya. BagiMu segala puji, Engkau Raja langit dan bumi. BagiMu segala puji, Engkaulah Yang Maha Benar, dan janjiMu benar, perjumpaan denganMu benar, firmanMu benar, Surga itu benar, Neraka itu benar, para NabiMu benar, dan Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam benar, Kiamat itu benar adanya. Ya Allah, kepadaMu aku berserah diri dan beriman, kepadaMu aku bertawakkal, kepadaMu aku kembali, kepadaMu aku mengadu, dan kepadaMu aku berhukum. Maka ampunilah dosaku yang lalu dan yang akan datang, yang tersembunyi dan tampak. Engkaulah Yang terdahulu dan Yang terakhir dan tidak ada ilah selain Engkau.” (HR Bukhary 1053)

Dari doa di atas jelas terlihat betapa dalamnya perenungan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam di tengah malam. Jika setiap muslim melakukan sholat malam diiringi membaca doa di atas, niscaya ingatannya terhadap kehidupan akhirat tentu akan menjadi sangat kuat. Coba perhatikan potongan doa di atas, terutama bagian di bawah ini:

أَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاؤُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ

”... Engkaulah Yang Maha Benar, dan janjiMu benar, perjumpaan denganMu benar, firmanMu benar, Surga itu benar, Neraka itu benar...”

Subhanallah...! Kalimat di atas merupakan rangkaian pembaruan ungkapan komitmen, laksana pembaruan bai’at seorang prajurit kepada komandannya. Jika seorang muslim membaca kalimat di atas setiap malam dengan penghayatan penuh tentulah ia akan menjadi seorang hamba Allah ta’aala yang berkeyakinan mantap akan kehidupan setelah kematian. Ia akan menjadi bersemangat mengusahakan segala daya-upaya untuk meraih kenikmatan surga. Demikian pula ia akan menjadi sangat bersungguh-sungguh menghindari azab neraka Allah ta’aala yang amat menakutkan. Ia tidak akan pernah menganggap surga dan neraka sekedar sebagai mitos mengandung hiburan atau ancaman khayali.

Bila seorang muslim sudah yakin akan kehidupan akhirat, niscaya ia akan menjadi sangat berbeda dengan orang yang pengetahuannya hanya sebatas ruang lingkup dunia fana. Dan Allah ta’aala memerintahkan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam serta ummatnya untuk meninggalkan golongan manusia seperti itu.

فَأَعْرِضْ عَنْ مَنْ تَوَلَّى عَنْ ذِكْرِنَا وَلَمْ يُرِدْ إِلَّا الْحَيَاةَ الدُّنْيَا ذَلِكَ مَبْلَغُهُمْ مِنَ الْعِلْمِ

”Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari orang yang berpaling dari peringatan Kami, dan hanya menginginkan kehidupan duniawi. Itulah batas pengetahuan mereka.” (QS An-Najm ayat 29-30)

Sungguh sangat berbeda sikap dan prilaku seorang ahli dunia dengan ahli akhirat. Seorang ahli dunia sangat berambisi mengejar keberhasilan jangka pendek sehingga justru Allah ta’aala cerai-beraikan urusannya di dunia dan akhirat dan Allah ta’aala jadikan ia selalu dihantui oleh bayang-bayang kefakiran di dalam kehidupan dunia. Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda:

مَنْ كَانَتْ الدُّنْيَا هَمَّهُ فَرَّقَ اللَّهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَلَمْ يَأْتِهِ مِنْ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كُتِبَ لَهُ

“Barangsiapa yang dunia adalah ambisinya, niscaya Allah cerai-beraikan urusannya dan dijadikan kefakiran di hadapan kedua matanya dan Allah tidak memberinya dari harta dunia ini, kecuali apa yang telah ditetapkan untuknya.” (HR Ibnu Majah 4095)

Sebaliknya seorang beriman yang keinginan dan fokusnya sangat kuat akan kebahagiaan akhirat malah Allah ta’aala janjikan untuk menata kehidupan dunianya dengan baik, lalu hatinya senantiasa tenteram di dunia maupun di akhirat kemudian dunia justru bakal mendekati dirinya dengan cara yang samasekali tidak terfikirkan olehnya sama sekali. Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda:

وَمَنْ كَانَتْ الْآخِرَةُ نِيَّتَهُ جَمَعَ اللَّهُ لَهُ أَمْرَهُ وَجَعَلَ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ

“Dan barangsiapa yang akhirat menjadi keinginannya, niscaya Allah ta’aala kumpulkan baginya urusannya dan dijadikan kekayaan di dalam hatinya dan didatangkan kepadanya dunia bagaimanapun keadaannya.” (HR Ibnu Majah 4095)