Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Tampilkan postingan dengan label Muhasabah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muhasabah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Agustus 2009

ORANG-ORANG YANG RUGI DALAM KEHIDUPAN

“Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu {33}. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan : "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?." Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah {34}, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik [2:26] ,

Sifat orang Fasik dalam [Alquran: 28]
1. Mereka yang tidak menepai janji kepada Allah yang telah disepakati
2. mereka memutus rtali hubungan yang seharusnya disambung tapi mereka putuskan
3. berbuat durjana dibumi Allah dan mereka itu ialah orang–orang yang rugi
Allah bersumpah mengenai mereka yang rugi:

Manusia itu hidup pada kerugian yang menimpa padanya yang dikelilngi kerugian yang nyata kecuali mereka yang bisa keluar dari lingkaran kerugian itu, yaitu terdapat dalam Qs Al-Asyr dan ini cukup untuk dijadikan pegangan hidup manusia karena didalam surat ini bisa untuk mencapai kesuksesan dalam berbagai hal,dan Allah bersumpah atas surat ini, manusia itu wajib bersumpah hanya kepada Allah sedangkan Allah bebas bersumpah kepada apa saja dan siapa saja, kalimah pertama “Wal'asyri” bisa berarti mengeluarkan sesuatu dengan ditekan (dalam bahasa jawab peresan dari sesuatu) diartikan juga demi masa atau zaman karena dalam kehidupan manusia ini penuh dengan kesulitan yang dihadapi dalam hidup ini yang memberatkan, ada yang mengartikan juga waktu sholat Asyar yaitu ketika pergantian siang dan malam ini isarat pendeknya umur manusia tidak melebihi pendekanya waktu asyar dan maghrib, ada juga yang menyebutkan Sholat Asyar karena itu pertengahan antara subuh dan isya' dan yang lainnya.

Kenapa Allah menyebutkan waktu dan masa? Padahal waktu dan masa ialah yang menunjukkan keagungan Tuhan tapi kebanyakan manusia lupa akan masanya, manusia sungguh dalam keadaan rugi. Ada orang yang berkata zama sudah edan, zama sudah rusak padahal manusianya pada zaman itu yang rusak bukan zamannya yang bejat, kita sering mencaci maki zaman padahal yang harus dicaci adalah manusianya, manusia sering alpa dan tidak mengambil pelajaran, bagaimana kita tidak rugi??

Rugi? Apa yang dimaksud rugi? Yaitu kurangnya yang kita dapatkan dari modal yang kita keluarkan itu namanya rugi, terus apakah kita punya modal? Sebenarnya manusia lahir diberi modal dengan fitrah dan umurnya, apabila manusia melupakan umurnya dia selalu dalam kerugiannya, orang mengatakan umur kita tambah padahal umur itu selalu berkurang, badan kita ini setiap hari berkurang kerena dimakan usia dan tidak bisa kembali lagi, misalnya saja sel-sel otak yang tiap hari selalu berkurang, kata imam ali Setiap hembus nafas kita adalah mendekatkan pada kuburnya yupz itu memang bener.

Sabda imam Ali Ra menganai kehidupan dunia ini bagaikan pasar, ada sebagian untung dan rugi, setiap nafas ini membuat berkurangnya umur kita menjadi penentu untuk kita bisa jatuh kepada Neraka atau masuk surga? orang yang sadar akan hal itu bisa menyampaikan dia ke surga dan tidak akan mensia-siakan kehidupannya, karena itu ketika orang mati selalu berteriak kepada Allah untuk dikembalikan ke dunia dan hari itu mereka akan menyesal bahkan yang disurga pun menyesal dan ingin berbuat lebih banyak lagi supaya mendapat kedudukan yang lebih tinggi, setiap gerak-gerik ini selalu membawa kepada kehancuran, hidup ini selalu berjalan dan berkendaraannya adalah siang dan malam, karena siang dan malam selalu menggerogoti kita untuk menuju kematian lalu kita isi untuk apa siang dan malam ini.

Allah mengajak kita transaksi kepada-Nya dengan modal yang sedikit tapi Allah melipat gandakan pahala untuk kita. Kebanyakan manusia terlena menukar dunia dengan akhiratnya padahal akhirat adalah kehidupan yang sebenarnya, manusia ini seperti dalam keadaan tidur ketika bangun itu yang dinamakan akhirat, manusia tidak ada yang beruntung dalam kehidupan ini.

Kemudian Allah memberikan 4 hal supaya manusia tidak rugi :
1. Orang yang beriman karena iman merupakan pondasi kehidupannya apabila imanya kuat ia akan semakin beramal sholeh, cahaya iman ini mampu menerangi seluruh badan sehingga akan lepas dari yang akan membawa kerugian,setiap tindakannya selalu dibimbing oleh imannya, iman itu seperti lampu yang menerangi kamar, yang semua cahayanya akan meneragi kemana-mana lewat jendela dan celah-celah di dinding.

2. Mereka yang beramal Sholeh padahal amal sholeh itu sudah termasuk arti iman, orang mukmin harus konsekuen kepada imannya, dari yang terkecil sampai yang terbesar dan itu hanya untuk Allah maka itu dinamakan beralam sholeh dan selalu dan tidak bisa dihitung dan ini mutlak hanya untuk Allah baru bisa dihitung beramal sholeh, untuk mewujudkan dalam kehidupan bermasyakat.

3. Saling wasiat dan mewasiati kebenaran, memberitahu orang yang tidak tau dan kita harus menerima apabila kita dikasih tau, tidak ada wasiat terindah kecuali untuk melakukan kebenaran dan segala sesuatu yang datang dari Allah dan alquran-Nya, mengingatkan orang yang alpa dalam kehidupannya agar amal sholeh itu bisa menyebar kepada masyarakat, dan sebenarnya hak itu berat tapi akibatnya indah, batil itu enak dan ringan tapi akibatnya sengsara dan merugikan.

4. Saling wasiat mewasiati dengan kesabaran, senjata yang paling ampuh untuk kita adalah kesabaran ini sangat berat dan sabar untuk memikul kebenaran dan pasti akan mendapat gangguan dan ini fungsi sabar.
Selain yang memiliki 4 hal ini Allah bersumpah pasti RUGI, Ketika ada orang yang sedang berziarah yang ada didalam Qubur itu mereka berteriak supaya menfaatkan hidup sholat 2 rekaat itu lebih mulia dari segala apa yang kalian miliki di dunia.

Ada beberapa tipe manusia yang selalu rugi dalam kehidupannya:
1. Orang yang lebih mendahulukan setan sebagai pemimpinnya daripada seruan Allah

2. Dalam Surat [Al-hajj; 11] “Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi {981}; maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang {982}. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata[22:11] .

Orang yang ragu kepada Allah dalam setiap ibadahnya dan orang ini hdiup seperti ditepi jurang imannya sangat lemah, apabila ia menerima nukmat ia nyaman tapi apabila ia menerima cobaan ia langsung jatuh, gelisah dan takut.

3. Mereka yang suka memutus-mutuskan hubungan dengan sesama.

4. Orang yang sudah dilingkari setan, ia itu apabila orang itu meremehkan dosanya dan menganggap amalnya sudah banyak.

5. Orang yang merasa aman dan tidak akan pernah takut pada ancaman Allah "Naudzubillah" [Al-a'rof ;99]
[7:99] “Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi”.

6. Orang yang cuman menghabiskan umur untuk anak dan harta sehingga kecintaannya kepada anak dan hartanya melupakan hubungan dia kepada Allah.

7. Orang yang mengikuti seruan kepada kebatilan [al-ankabut 52];
Katakanlah: "Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dan antaramu. Dia mengetahui apa yang di langit dan di bumi. Dan orang-orang yang percaya kepada yang batil dan ingkar kepada Allah, mereka itulah orang-orang yang merugi [29:52].

8. Dalam Surat Al-a'raf orang yang rugi ialah apabila timbangan baiknya diakhirat itu ringan, padahal cukup kalimah “Subhanallah walhamdulillah wa laa ilaha illallah hu Allahu Akbar” itu saja memberatkan timbangan untuk kita diakhirat nanti.

9. Orang yang tidak mendapat ampunan Allah.
Orang yang merasa amalnya itu baik tapi keliru rilnya padahal mereka salah dan ini adalah orang yang paling rugi mereka yang sesat dan keliru dalam kehidupan dunia dan ini adalah orang yang paling rugi. Ada juga untuk tanggungjawab keluarga untuk tidak rugi

Allah memberi modal yang banyak tapi ternyata banyak manusia merugi yaitu kecuali 4 diatas, mudah-mudahan Allah menjaga kita supaya tidak rugi dalam kehidupan dunia dan akhirat kita Amin.

Narasumber :
- Sentuhan Qolbu Bersama Habib Muhammad bin Alwi Pasuruhan
- www.pasfmpati.com Streaming PukuL 00:00
- www.jkmhal.com


Nasib Al-Qur'an, Islam dan Masjid di Akhir Zaman

Suatu saat akan datang ketika tidak ada yang tertingal dalam Alquran kecuali tulisannya saja, tidak ada islam kecuali namanya saja, mereka sibuk membangun masjid tapi tidak ada bimbingan didalam masjid itu, suasananya sepi, ada 3 hal akan tiba suatu zaman dimana 3 hal ini akan nampak jelas ;
1. Alquran tinggal tulisan
Hakekatnya tinggal tulisannya disini cuman tinggal gimana cara menbacanya saja dalam arti tajwidnya dan tartilnya saja dan ini indah juga tapi Alquran dipaksa membenarkan apa pendapatnya dan ini Allah merekam dalam Alquran-Nya ketika rosul mengeluh tentang nasib alquran yang telah ditinggalakan umat islam tidak ada lagi orang yang menyodorkan amalnya sesuai dengan Alquran, kelak dihari kimat alquran itu akan mengeluh dihadapan Allah ada 3 hal yang semua itu mengadu pada Allah; Alquran, masjid dan keluarga rosul Sa. Tiga ini akan mengeluh kemudian rosul berkata mereka memutar balikan Alquran dan diselewengkan dari arti yang sebenarnya, mereka merobek-robek alquran yaitu menginjak-injak ketentuan Alquran, kemudian Masjid mengeluh mereka semua mensia-siakan aku mensunyikan aku

2. Islam tinggal nama saja
orang berkata sekarang islam KTP saja karena perilakunya menginjak-injak arti islam dan ini sering yang menikam adalah kaum muslimin sendiri karena mereka menanamkan diri mereka muslim, muslim tapi tidak tau kenapa ia jadi muslim hanya ikut orang tuanya saja semua menjadi kabur karena tidak tau tentang islamnya, mereka mengkambinghitamkan islam, tidak mau merenung kenapa kita menjadi umat terbelakang karena kita sudah tidak konsekuen dengan islam kita, ada juga perilaku yang mencoreng islam karena perilakunya bahkan non-muslim menjadi jijik dengan kelakukannya, padahal para nabi itu diutus untuk memakmurkan umatnya didunia dan akhirat, kita tidak PD dengan islam kerena kita tidak tau islam itu apa kita hanya mengambil setengah-setangah saja, lebih banyak kita memasukkan pengetahuan dari luar islam makanya yang terjadi seperti sekarang ini, coba kita mau mengkaji semua ilmu islam itu.

3. Masjid sibuk dibangun dimana-mana tapi sunyi dari petunjuk Allah.
Masjidnya indah dalam fisiknya saja kadang menjadi saingan antara datu dengan yang lain tapi yang mereka perlombakan ialah perlombaan fisik tak peduli darimana uangnya padahal masjid itu tempat sujud kepada Allah, tapi tidak ada sama sekali petunjuk Allah disana yang membimbing manusia kepada petunjuk Allah, dengarkan firman Allah dalam Qs At-taubah;18
“Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk[9:18] .

Yang memakmurkan masjid itu bukan dengan bangunannya tapi dengan dzikir ibadah kepada Allah, ibadah kepada Allah, memberi wejangan untuk beramal sholeh seperti apa yang dilakukan oleh rosul SAW di masjid menerima Wahyu dari Allah, mengenalkan siapa lawan siapa kawan, bahkan latihan perangpun dimasjid tapi sekarang orang lebih sibuk kepada bangunannya saja, mereka mensunyikan masjid, mensia-siakan masjid yang megah itu dibangun dengan ratusan juta tapi tidak ada yang memenuhi masjid itu dengan kegiatan yang indah, padahal orang yang paling dholim ialah orang yang mensia-siakan masjid, orang yang mencegah orang mendengungkan nama Allah dimasjid dan berusaha menghancurkan fungsi masjid untuk mendekatkan diri kepada Allah, masjid itu adalah tempat untuk mengingat Allah jadi jangan gunakan untuk aktifitas yang melupakan Allah.

Kelak datang orang yang didalam masjid itu menjadi sejelek-jeleknya umat Karena dimasjid itu tercetus fitnah dimasjid mencoreng nama islam

Fungsi Masjid yang sebenarnya adalah tempat untuk ;
1. Memperoleh soudara yang mengajak hanya kepada Allah membimbing kita ke Allah, mau menegur kita jika salah dan mau ditegur

2. Menyampaikan ilmu akan memperoleh ilmu

3. Mendengar ayat Allah sehingga mampu menegakkan hukum Allah

4. Mendengarkan kalimah yang menyebabkan yang mendengarkan memperoleh petunjuk Allah

5. Mendengarkan ungkapan yang menjauhkan dari hal-hal membawa kepada kehancuran

6. Mendengarkan sunnah yang patut untuk di ikuti

7. Masuk masjid untuk memperoleh rahmat Allah adalah tanda kutip damai semuanya

8. Supaya mendengarkan ucapan yang akibanya kita meninggalkan dosa karena malu kepda Allah.

Alquran ini pernah merekam kaum munafiqin membangun masjid dan mereka mengharap barokah bukan karena bertaqwa kepada Allah dalam alquran surat taubah; 107 menyebutkan
“Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mu'min), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mu'min serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu {660}. Mereka Sesungguhnya bersumpah: "Kami tidak menghendaki selain kebaikan." Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya).[9:107]

Masjid dhiror adalah masjid yang dibangun untuk mengintai aktivitas mukmin dan rosul dilarang Allah sholat dan menginjakkan kaki disana karena memberikan kemadhorotan dan perpecahan kaum mukmin. Padahal masjid itu adalah tempat paling mulia dan yang mampu memakmurkan masjid ialah orang yang hanya percaya kepada Allah dan hari akhir.

Ini adalah dari jawaban pertanyaan Abi dhar kepada Rosul SAW larang dimasjid ;
1. Masjid itu bukan tempat untuk berteriak-teriak, masuk masjid harus dengan penuh khusuk,

2. Tidak memperbincangkan yang batil untuk menarik orang melaksakan kebatilan disana,

3. Jangan ada jual beli dimasjid,

4. Jangan mengeluh dimasjid misalnya kehilangan sesuatu, bajkan rosul SAW mendoakan supaya barang yang hilang tadi supaya tidak ketemu karena ini bukan tempatnya mengeluh,

5. Tinggalkan permainan apa saja dimasjid,

Apabila kita tidak melakukan 5 hal tadi ;
1. Allah akan memberikan setiap nafas ini derajat kemuliaan di surga 10 pahala dan dihapus 10 dosa pernafas karena besarnya nilai masjid, maka apabila ada seorang wudhu dari rumah hendak ke masjid dan setiap langahnya akan ada pahalanya dihadapan Allah berpuluhribu.

2. Malaikat akan mendoakan kamu selagi tidak melakukan kejelekan misal merencanakan sesuatu yang jelek, memfitnah dll.

Sumber;
- Sentuhan Qolbu bersama Habib Muhammad bin Alwi Pasuruhan
- www.pasfmpati.com Streaming pukul 00:00 Wib
- www.jkmhal.com

Apa Yang Allah Inginkan Dari Hamba-Nya

Sabda imam Ali mengenai ilmu manusia “Aku temukan ilmu manusia hanya diringkas pada 4 hal :
1. Hendaklah kamu mengetahui mengenal siapa Tuhanmu,
2. Hendaklah kamu mengetahui apa yang diperbuat Allah kepadamu,
3. Hendaklah kamu mengetahui apa yang diinginkan Allah darimu,
4. Hendaklah kamu mengetahui apa yang menyebabkan kamu keluar dari agamamu.
Berbicara mengenai ramadhan Apabila ramadhan kita sukses maka seluruh bulan sesudahnya sampai ramadhan yang akan datang pasti sukses, karena ramadhan itu adalah bulan untuk training manusia, dan lagi seminggu ada hari jumat apabila jumatnya suksesnya maka hari-hari sesudahnya sampai jumat mendatang juga sukses, orang yang hajinya mabrur maka seluruh sisa umurnya akan dijaga oleh Allah.

Ketika ada seorang datang kepada imam Ali menanyakan bagaimana kita bisa tahu apakah sholat kita diterima Allah atau tidak, jawaban imam simple adalah sampai dimana kita mampu mencegah perbuatan fahsya' dan mungkar kita, didalam alquran itu juga menyangkut hubungan manusia dengan Allah dan juga sangat mengatur hubungan dengan sesama makanya dalam bulan Syawal ada istilah halah bi halal, menghalalkan kesalahan kita kepada orang lain supaya mendapat maap dari mereka. Apabila ingin mendapat ampunan Allah maka jangan pernah kikir memaafkan kesalahan orang lain, sering imam Ali bin zaenal abidin diawal doanya memohon “Ya Allah Engkau sering menganjurkan kami memaafkan kesalahan orang dan sudah kami maafkan maka maafkanlah juga dosa kami”.

Ada orang yang masih memiliki pahalanya dihadapan Allah disimpan yang pahalanya disisipkan oleh Allah pahalanya dikeluarkan khusus untuk hari ini(kiamat) yaitu pahala untuk orang yang masih mau memberi maaf kesamanya dan yang ingin kita bicarakan saat ini adalah apa yang Allah inginkan dari kita, Allah tidak pernah mengharamkan segala sesuatu kecuali yang dibalik itu pasti ada bahaya didalamnya, apabila kita membaca ayat alquran bahwa sebenarnya Allah selalu menginginkan kemudahan untuk hamba-Nya bukan kesulitan untuk kita, Allah ingin meringankan beban manusia karena manusia itu pada dasarnya lemah, Allah tidak akan pernah memperoleh keuntungan dari yang taat dan Allah tidak akan rugi apabila kita berpaling dari-Nya melanggar semua ketentuan-Nya yang rugi diri mereka sendiri.

Allah menciptakan segala sesuatu ini adalah untuk manusia tapi Allah juga menciptakan manusia ini untuk-Nya, Allah ciptakan manusia untuk memperoleh keuntungan dari-Nya, dan apabila kita sudah tau ini kita akan jadi ringan menjalani hidup ini “Allahu Akbar”, kalau kita mau melihat alquran yang sering kita baca yaitu Allah mencipkatan manusia ini untuk beribadah kepada-Nya selalu mendekatkan diri kepada-Nya dimanapun kita berada, ibadah itu ada 70 ribu bagian dan yang paling mulia ialah mencari rizki yang halal.

Allah memerintahkan beribadah kepada-Nya untuk kita bertaqwa kepada Allah, kalau kita bertaqwa kepada Allah tujuannya adalah mengantarkan manusia kepada kesuksesan di dunia dan akhirat, karena itu ternyata kalau kita membaca alquran orang-orang yang sukses adalah orang yang mengamalkan semua yang telah diberikan Allah untuk Allah dan mensucikan hatinya, ketika hati kotor tidak akan mencapai titik kesempurnaan dan semua perintah Allah ini untuk manusia sukses, Orang yang hatinya bersih daripada congkak, hasut, buruk sangka pada Allah dan sesama hamba Allah apabila orang telah sampai pada kedudukan ini pasti kita akan menjadi orang yang paling sukses, bahkan orang yang apabila sholatnya baik maka seluruh amalnya juga baik, karena sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, karena itu salah satu tugas nabi adalah untuk mensucikan mereka.

Dalam surat wasy-syamsyi diterangkan ada 7 sumpah Allah disana yaitu sungguh telah sukses apabila orang yang telah mensucikan hatinya dan ini adalah sumpah yang terakhir jadi sungguh yang paling dahsyat, apa arti kebahagian, kesuksesan dan dimana kebahagiaan??? kalau kita melihat Alquran yang bahagia adalah mereka yang suci hatinya, semboyan orang yang kenal Allah yang sukses adalah orang yang bisa mensucikan hatinya, Allah menginginkan hamba-Nya sukses dunia dan akhirat.

Tolak ukur kebahagiaan kita ialah ketika hati ini bersih, hati yang tidak sampai kepada Allah yaitu hati yang banyak karatnya apabila orang yang telah sampai pada kedudukan ini ia ia yakin Allah memberikan semua ini hanya untuk kemuliaan dan kesuksesan dirinya, yang berpaling dari Allah hidupnya tidak akan pernah nyaman, selalu gelisah, hidup seakan sempit jauh dari kebahagiaan, kebahagiaan itu bukan dilihat dari banyaknya harta, hati tidak akan pernah bahagia apabila tidak kita serahkan hati ini kepada pemiliknya.

Orang yang sukses ialah orang yang timbangan amal baiknya berat daripada darimana amal sholeh itu? dari perintah dan larangan Allah apabila kita praktekan, Allah menciptakan kita untuk kesuksesan kita, apa yang Allah inginkan dari manusia yaitu supaya manusia itu mendapat kesuksesan dan kebahagiaan, orang diberi jalan supaya sukes dikirim para nabi tapi mereka yang tidak mau mengikuti adalah orang yang paling mendholimi diri sendiri karena mensia-siakan jalan kesuksesan yang telah diberikan Allah. dalam Qs Ali imrah; 108 Allah menyebutkan
“Itulah ayat-ayat Allah. Kami bacakan ayat-ayat itu kepadamu dengan benar; dan tiadalah Allah berkehendak untuk menganiaya hamba-hamba-Nya[3:108].

Allah mensifati dzat-Nya “Tuhanmu tidak akan bersikap dholim pada hambanya”, tidak ada agama itu sulit, janganlah beranggapan agama ini seakan-akan membelenggunya sehingga tidak bisa bebas padahal segala ketentuan Allah ini semua adalah kemudahan untuk hamba-Nya, Allah tidak menginginkan mensulitkan hamba-Nya Allah cuma ingin kita menjadi orang-orang yang suci, jangan mengatakan islam ini beban repot padahal Allah meringankan dan pasti kita mampu melaksanakan, Allah menyuruh mengeluarkan zakat perintah ini pasti sebelumnya Allah telah memberi rizki untuknya kalau tidak datang jangan keluarkan zakat justru kita akan mendapat zakat, soal haji Allah mewajibkan hanya untuk yang mampu saja,

Imam Bakir bersabda “Demi Allah, Allah tidak mengharapkan dari manusia 2 hal, pertama Hamba-Nya mensyukuri semua nikmatnya apabila kite bersyukur ditambah nikmatnya dan yang kedua kalau kita mengakui dosa kita pasti Allah mengampuni dosa kita, Allah menolak iman seseorang apabila orang tadi menganggap semua ketentuan Allah adalah beban artinya menolak adalah imanya tidak sempurna seseorang yang menganggap semua ini beban untuknya padahal semua ini untuk keuntungannya.

kadang ada ungkapan yang enteng dari orang tapi besar bagi Allah yaitu berkata “Allah ini mendholimi dia” ini bisa besar dihadapan Allah padahal dalam firmanya Allah tidak pernah mendholimi hamba-Nya, jangan pernah menawar ketentuan Allah dan rosul-Nya kita hanya bisa melaksanakan dan jangan sampai menawar, jangan pernah melihat syariat ini beban yang halal itu lebih banyak daripada yang haram lalu kenapa kita menuju ke yang haram padahal dibalik haram itu ada bahaya yang besar.

Alquran cuma ini memberi pelajaran kalau kita berbuat baik ia untuk diri sendiri jika kita berbuat jelek ya untuk diri sendiri maka jangan pernah menganggap semua ketentuan Allah ini beban jangan lihat orang lain bagaimana lihatlah diri sendiri, siapa yang kikir berarti mengkikiri diri sendiri, apabila ia berbuat dosa berarti meracuni diri sendiri. Siapa yang melakukan kejelekan sekecil apapun itu akan nampak begitupula jika kita berbuat baik sekecil apapun pasti akan nampak nanti keliatan kelak dihari kiamat.

Semua ketentuan Allah untuk mengantarkan kita kepada pintu kesuksesan bukan memberatkan manusia karena Allah tidak pernah mendholimi Hamba-Nya, semua ketentuan Allah hanya untuk kesuksesan manusia untuk kemudahan manusia karena Allahlah yang Maha Tau Segala sesuatu sedangkan kita ini tidak tau apa-apa, kita hanya bisa melaksanakan jangan menawar..!!!

Sumber ;
- Sentuhan Qolbu Bersama Habib Muhammad bin Alwi Pasuruhan
- www.pasfmpati.com Streaming Pukul 00:00 Wib
- www.jkmhal.com

Memahami Arti Hidup

Banyak orang tidak paham untuk apa ia hidup didunia ini, sehingga kehidupannya bebas tanpa batas seperti yang kita lihat dalam masyarakat Barat atau dinegara kita sendiri. Mereka biasa berhubungan seksual tanpa melewati pernikahan, mengambil harta yang bukan haknya, membunuh, menipu, merampok, berpakaian telanjang, makan dan minum yang haram.

Orang-orang seperti diatas disebut tidak memahami arti hidup. Bagaimana seseorang mampu memahami arti hidup?, maka ia harus mampu memecahkan tiga persoalan mendasar berikut:

Dari mana saya berasal?
Untuk apa saya hidup didunia ini?
Kemana saya setelah mati?

Darimana saya berasal?


Ini merupakan pertanyaan yang wajar dan sesuai dengan fitrah manusia, bahkan seorang anak kecil-pun akan bertanya dari mana ia sebelum dilahirkan dan paling-paling ibunya menjawab bahwa ia berasal dari perut ibunya. Tetapi kita sebagai manusia dewasa yang berakal tentu tidak akan puas dengan jawaban dari perut ibu kita, untuk itu Sang Maha Pencipta telah memberikan informasi tentang keberadaan kita melalui wahyu-Nya yang tercantum dalam Al-Quran.

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik (Al-Mukminun 12-14).

(Dialah Tuhan) yang memulai penciptaan manusia dari tanah, kemudian Dia menjadikan keturunannya dari sari air yang hina (mani) (As-Sajdah 7).

Dan banyak ayat dan hadist lain yang menjelaskan bahwa Allah swt yang menciptakan kita, perkawinan, kehamilan dan kelahiran merupakan perantara saja dari proses penciptaan manusia oleh Allah swt.

Untuk apa saya hidup didunia ini?


Allah swt secara tegas menyatakan bahwa Ia menciptakan kita semata-mata untuk menyembah-Nya, artinya menjalankan semua perintah-Nya dan meninggalkan semua larangan-Nya.

Aku ciptakan jin dan manusia hanya untuk menyembah-Ku (Adz-Dzaariyat 56).

Seorang manusia pada saat mencapai baligh, maka semua hukum syara’ (syari’at Islam) terbebani kepada dirinya (taklif). Ia harus tahu perintah yang harus dilakukan dan larangan yang harus ditinggalkan. Setiap gerak langkahnya harus diukur dari kacamata syari’at, dia wajib menjalankan ibadah shalat, puasa, zakat dan haji, kewajiban sebagai suami dan istri, kewajiban menutup aurat, makanan yang halal, menghindari mengambil yang bukan haknya (suap, komisi, dan lain-lain.), tidak mengambil riba, kewajiban da’wah, jihad, dan lain-lain.

Mereka bisa saja mengaku beragama Islam tetapi tidak menjalankan perintah agama, bahkan ibadah ritual seperti: shalat, puasa, zakat dan haji-pun tidak dilakukan. Padahal Islam tidak sebatas ibadah ritual semata, Islam mengatur seluruh sisi kehidupan kita, seperti: sistem sosial (mu’amalah), ekonomi (iqtishadi), politik (siyasah), peradilan dan sanksi (‘uqubat), dan lain-lain.

Syari’at Islam melalui Al-Quran dan sunnah tidak akan melewatkan satu hal-pun dalam mengatur kehidupan manusia, karena aturan tersebut datang dari Sang Maha Pencipta yang tahu persis kebutuhan manusia dari dulu, sekarang dan akan datang.

Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kalian agama kalian, telah Aku cukupkan atas kalian nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagi kalian (Al-Maidah 3).

Mereka yang memahami arti hidup maka setiap gerak langkahnya dalam mengarungi kehidupan selalu mengacu kepada syari’at, ia akan selalu berhati-hati dalam berbuat, lebih baik menunda sejenak dalam berbuat sebelum ia tahu persis apakah hal tersebut halal atau haram. Inilah manusia yang bertaqwa dan akan selamat dalam menempuh kehidupan dunia serta beruntung diakhirat nanti.

Orang-orang yang mengabaikan syari’at Allah swt, merekalah orang yang merugi karena mereka telah mengorbankan kehidupan akhirat yang abadi dengan mengutamakan kehidupan dunia yang sementara. Rasulullah saw menganalogikan kehidupan dunia “Bagaikan berteduh sejenak dibawah pohon (dunia) dalam menempuh perjalanan panjang yang abadi (akhirat)”. Kehidupan dunia bagaikan senda gurau belaka yang menyilaukan dan seharusnya akhiratlah tujuan utama kita.

Hai orang-orang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi (Al-Munafiqun 9).

Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda-gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya? (Al-An’am 32).

Adapun orang yang melampui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggalnya. Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggalnya (An-Nazi’at 37-41).

Kemana saya setelah mati?


Setiap jiwa pasti mati dan jika sudah tiba saatnya (ajal) tidak akan dimajukan atau dimundurkan sedetik-pun, saat inilah sudah terlambat untuk bertaubat.

Dan bagi setiap umat ada ajalnya. Apabila ajal itu sudah datang tidak dapat mereka meminta diundurkan atau dimajukan sesaat juapun (Al-A’raf 34).

Dia berkata: “Alangkah baiknya sekiranya aku beramal dahulu untuk hidupku ini” (Al-Fajr 24).

Ketika kita dibangkitkan diakhirat nanti, semua yang kita lakukan didunia akan dihisab satu persatu, tidak terkecuali, dosa kecil maupun besar, pahala kecil maupun besar. Keputusannya hanya dua syurga atau neraka.

Tiap-tiap jiwa akan dimintai pertanggung jawaban atas perbuatannya (Al-Mudatsir 38).

Dan mereka berkata: “Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu), tentu kami tidak termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala ini” (Al-Mulk 10).

Akhirul kalam, jika kita memahami arti hidup maka kita harus mengutamakan kehidupan akhirat karena dunia ini persinggahan sementara dari perjalanan panjang kehidupan kita. Kehidupan dunia harus digunakan untuk menyiapkan bekal sebanyak mungkin untuk kehidupan abadi diakhirat nanti.

Wallahua’lam,

Diambil dari: hummim.blog.friendster.com



Senin, 11 Mei 2009

Amal Perbuatan Kontinyu Selalu Memperoleh Ganjaran


Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam adalah seorang hamba Allah yang bila mengerjakan suatu kebaikan beliau teguh pendirian dalam melaksanakannya. Artinya sekali beliau menetapkan untuk mengerjakan kebaikan tertentu, maka kebaikan tersebut akan menjadi suatu kebiasaan yang dikerjakannya terus menerus. Sehingga isteri beliau Aisyah radhiyallahu ’anha berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا عَمِلَ عَمَلًا أَثْبَتَهُ وَكَانَ

إِذَا نَامَ مِنْ اللَّيْلِ أَوْ مَرِضَ صَلَّى مِنْ النَّهَارِ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً

“Bila Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam melakukan suatu ‘amal perbuatan, maka beliau teguh pendirian. Dan bila ia tertidur sepanjang malam atau ia sedang sakit, maka ia akan sholat (sunnah) di siang hari dua belas rakaat.” (HR Muslim 1235)

Jadi, teladan kita Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam telah memberi contoh betapa beliau sangat peduli untuk kontinyu dalam ber’amal. Beliau tidak mengenal kebiasaan ber’amal musiman. Sekali bertekad untuk mengerjakan sesuatu maka ia akan terus mengerjakannya. Kalaupun ada halangan untuk mengerjakannya maka ia akan berusaha menggantinya di waktu lain. Contohnya adalah sholat malam. Bila Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam ketiduran atau sakit sehingga tidak sholat malam, maka beliau ”membayar”nya dengan mengerjakan sholat sunnah di siang hari sebanyak duabelas rakaat.

Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bahkan pernah menyatakan bahwa perbuatan yang sedikit asal dikerjakan secara kontinyu terus-menerus lebih disukai Allah daripada perbuatan yang banyak/besar namun karena berat akhirnya hanya dikerjakan seseorang secara musiman saja. Ketika musimnya sedang semangat ia akan mengerjakannya. Namun ketika musimnya sedang lesu, maka ia akan tinggalkan perbuatan tersebut. Bersabda Nabi shollallahu ’alaih wa sallam:

اكْلَفُوا مِنْ الْعَمَلِ مَا تُطِيقُونَ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يَمَلُّ حَتَّى

تَمَلُّوا وَإِنَّ أَحَبَّ الْعَمَلِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهُ وَإِنْ قَلَّ

“Lakukanlah amal sesuai kesanggupan. Karena sesungguhnya Allah tidak akan bosan sehingga engkau menjadi bosan. Dan sesungguhnya amal yang paling Allah sukai ialah yang terus-menerus dikerjakan walaupun sedikit.” (HR Abu Dawud 1161)

Sahabat Abdullah bin Amr bin Ash pernah ditegur Nabi shollallahu ’alaih wa sallam karena ia ketahuan pernah sholat malam namun kemudian semangatnya sempat memudar. Maka Nabi shollallahu ’alaih wa sallam langsung bersabda kepadanya:

يَا عَبْدَ اللَّهِ لَا تَكُنْ مِثْلَ فُلَانٍ كَانَ يَقُومُ اللَّيْلَ فَتَرَكَ قِيَامَ اللَّيْلِ

“Wahai Abdullah, janganlah kamu seperti si Fulan. Dulu ia (rajin) sholat malam, kemudian ia tinggalkan sholat malam.” (HR Bukhary 1084)

Saudaraku, marilah kita menjadi seperti para pendahulu kita. Bila sudah memilih suatu ’amal sholeh atau ’amal ibadah sunnah untuk dikerjakan, mereka bertekad untuk mengerjakannya secara kontinyu, tidak angin-anginan. Oleh sebab itu, janganlah kita ambisius dalam memilih suatu amal kebaikan. Mulailah dari yang ringan dan pasti sanggup kita kerjakan. Lalu pastikan bahwa setiap hari kita kerjakan. Jangan lupa minta kepada Allah agar hati kita diteguhkan dalam melaksanakannya.

“Ya Allah yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku dalam agamaMu.” (HR Tirmidzi 2066)

Jika kita pilih untuk setiap pagi mengeluarkan infaq rutin walau ”hanya” seribu rupiah, maka kerjakanlah. Jika kita pilih untuk mengerjakan sholat dhuha, maka biasakanlah setiap hari mengerjakannya. Jika kita pilih untuk membaca Al-Qur’an setiap hari setengah juz, maka kerjakanlah ia sebaik mungkin. Jika kita pilih untuk sholat malam sepekan tiga kali, maka usahakanlah untuk kontinyu mengerjakannya. Lebih baik lagi jika ditekadkan agar pada akhirnya sanggup mengerjakan sholat tahajjud setiap malam.

Ada hal yang menarik dari ajaran Allah Al-Islam ini. Dalam sebuah hadits Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam memberi kita kabar gembira. Terutama bagi orang-orang beriman yang sudah memiliki ’amal perbuatan rutin yang biasa dikerjakan dengan tekun secara kontinyu. Hadits ini menyatakan bahwa orang yang sakit atau sedang dalam perjalanan alias safar, maka segenap kebiasaan rutinnya akan tetap dicatat sebagai ganjaran/pahala di sisi Alah walaupun ia sebenarnya tidak mengerjakannya. Seperti kita ketahui bahwa penyakit seringkali menghalangi kita dari berbuat optimal sebagaimana saat kita sedang sehat wal ’afiat. Begitu pula dengan orang yang sedang dalam perjalanan. Tabiat safar seringkali menghalangi seseorang dari sanggup mengerjakan perbuatan rutin yang biasa ia kerjakan saat sedang mukim di satu tempat tidak sedang safar.

إِذَا مَرِضَ الْعَبْدُ أَوْ سَافَرَ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا

“Jika seorang hamba sakit atau sedang safar (bepergian), maka dicatat untuknya ‘amal perbuatan yang biasa ia kerjakan seperti di waktu ia sehat dan tidak sedang bepergian.” (HR Bukhary 2774)

Saudaraku, hal istimewa ini hanya berlaku bagi mereka yang memang sudah memiliki kebiasaan ber’amal sholeh atau ‘amal ibadah sunnah yang sudah kontinyu dikerjakan. Oleh karenanya, saudaraku, mumpung umur masih ada, marilah kita mulai membiasakan ‘amal yang baik secara kontinyu, walaupun kecil.

Ya Allah, teguhkanlah hati kami dalam meniti ketaatan di jalanMu. Amin.



Lepaskan Diri dari Cinta Dunia

"Akan datang masa di mana kamu diperebutkan oleh bangsa-bangsa lain sebagaimana orang-orang berebut melahap isi mangkuk." Para sahabat bertanya, "Apakah saat itu jumlah kami sedikit ya Rasulallah?" Rasulullah bersabda, "Tidak, bahkan saat itu jumlahmu sangat banyak, tetapi seperti buih di lautan karena kamu tertimpa penyakit `wahn`." Sahabat bertanya, "Apakah penyakit `wahn` itu ya Rasulallah?" Beliau menjawab, "Penyakit `wahn` itu adalah terlalu cinta dunia dan takut mati."

Rasulullah yang mulia adalah contoh seorang pemimpin yang sangat dicintai umatnya; seorang suami yang menjadi kebanggaan keluarganya; pengusaha yang dititipi dunia tapi tak diperbudak oleh dunia karena beliau adalah orang yang sangat terpelihara hatinya dari silaunya dunia. Tidak ada cinta terhadap dunia kecuali cinta terhadap Allah. Kalaupun ada cinta pada dunia, hakikatnya itu adalah cinta karena Allah. Inilah salah satu rahasia sukses Rasulullah.

Apa yang dimaksud dengan dunia? Firman-Nya, "Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan... Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu." (Q.S. Al-Hadiid [57]:20)

Dunia adalah segala sesuatu yang membuat kita lalai kepada Allah. Misalnya, salat, saum atau sedekah, tetap dikatakan urusan dunia jika niatnya ingin dipuji makhluk hingga hati lalai terhadap Allah.

Sebaliknya, orang yang sibuk siang malam mencari uang untuk didistribusikan kepada yang memerlukan atau untuk kemaslahatan umat -- bukan untuk kepentingan pribadi -- bukan untuk kepentingan pribadi terhadap Allah, walau aktivitasnya seolah duniawi. Artinya, segala sesuatu yang membuat kita taat kepada Allah, maka hal itu bukanlah urusan dunia.

Bagaimana ciri orang yang cinta dunia? Jika seseorang mencintai sesuatu, maka dia akan diperbudak oleh apa yang dicintainya. Jika orang sudah cinta dunia, maka akan datang berbagai penyakit hati. Ada yang menjadi sombong, dengki, serakah atau capek memikirkan yang tak ada. Makin cinta pada dunia, makin serakah. Bahkan, bisa berbuat keji untuk mendapatkan dunia yang diinginkannya. Pikirannya selalu dunia, pontang-panting siang malam mengejar dunia untuk kepentingan dirinya.

Ciri lainnya adalah takut kehilangan. Seperti orang yang bersandar ke kursi, maka akan takut sandarannya diambil. Orang yang bersandar ke pangkat atau kedudukan, maka ia akan takut pangkat atau kedudukannya diambil. Oleh sebab itu, pencinta dunia itu tidak pernah merasa bahagia.

Rasulullah yang mulia, walau dunia lekat dan mudah baginya, tetapi semua itu tidak pernah sampai mencuri hatinya. Misalnya, saat pakaian dan kuda terbaiknya ada yang meminta, beliau memberikannya dengan ringan. Beliau juga pernah menyedekahkan kambing satu lembah. Inilah yang membuat beliau tak pernah terpikir untuk berbuat aniaya.

Semua yang ada di langit dan di bumi titipan Allah semata. Kita tidak mempunyai apa-apa. Hidup di dunia hanya mampir sebentar saja. Terlahir sebagai bayi, membesar sebentar, semakin tua, dan akhirnya mati. Kemudian terlahir manusia berikutnya, begitu seterusnya.

Bagi orang-orang yang telah sampai pada keyakinan bahwa semuanya titipan Allah dan total milik-Nya, ia tidak akan pernah sombong, minder, iri ataupun dengki. Sebaliknya, ia akan selalu siap titipannya diambil oleh Pemiliknya, karena segala sesuatu dalam kehidupan dunia ini tidak ada artinya. Harta, gelar, pangkat, jabatan, dan popularitas tidak akan ada artinya jika tidak digunakan di jalan Allah. Hal yang berarti dalam hidup ini hanyalah amal-amal kita. Oleh sebab itu, jangan pernah keberadaan atau tiadanya "dunia" ini meracuni hati kita. Jika memiliki harta dunia, jangan sampai sombong, dan jika tidak adanya pun, tidak perlu minder.

Kita harus meyakini bahwa siapa pun yang tidak pernah berusaha melepaskan dirinya dari kecintaan terhadap dunia, maka akan sengsara hidupnya. Mengapa? Sumber segala fitnah dan kesalahan adalah ketika seseorang begitu mencintai dunia. Semoga Allah mengaruniakan pada kita nikmatnya hidup yang tak terbelenggu oleh dunia. Wallahu a`lam.

AA Gym

Berjuang Mengemban Amanah

Berjuang Mengemban Amanah
"Hai orang-orang beriman, janganlah kalian mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad saw.) dan janganlah kalian mengingkari amanah-amanah yang dipercayakan kepadamu sedang kalian mengetahui" (Q.S. Al-Anfaal [8]:27).

Kita semua akan sangat kagum dan terharu mendengar kisah bagaimana seorang nakhoda kapal yang sedang tenggelam berupaya sekuat tenaga menyelamatkan para penumpangnya dan dia tidak mau meninggalkan kapal itu sebelum seluruh penumpangnya selamat.

Kita pun akan terkesan mengenang perjuangan seorang ibu yang anaknya bandel hingga harus dipenjara. Namun, dia tetap berjuang agar sang anak tak putus asa. Dia terus membangun harapan bahwa hari esok, semua akan menjadi lebih baik. Perbuatan buruk sang anak tentu sangat mencoreng kehormatan orang tuanya. Akan tetapi, semua itu dipikul dengan sabar sebagai bentuk tanggung jawab orang tua. Seburuk apa pun kelakuan anak, mau tidak mau dia tetap darah dagingnya sendiri yang wajib dicucuri kasih sayang. Atau, boleh jadi kenakalan anak itu bermula justru dari kelalaiannya sendiri dalam mendidik anak-anaknya.

Banyak kisah yang membuat kita berdecak kagum yang bertutur tentang pengorbanan seseorang yang bertanggung jawab, walaupun untuk itu dia harus mempertaruhkan nyawa yang hanya satu-satunya yang ia miliki. Pada saat yang sama, kita pun akan sama-sama merasa mual dan dongkol ketika mendengar orang-orang yang tak bertanggung jawab. Begitu rendah dan menjijikkannya sikap tidak bertanggung jawab itu. Seorang laki-laki secara tak bertanggung jawab merusak kegadisan wanita. Seorang suami berselingkuh dan menyia-nyiakan anak istrinya. Seorang ibu menelantarkan bahkan membunuh bayi yang dilahirkan dari rahimnya sendiri. Seorang prajurit secara pengecut meninggalkan medan tempur.

Pemimpin jahat tidak bertanggung jawab atas rakyatnya. Dia bermegah-megah dan berleha-leha ketika rakyatnya mengerang kelaparan. Seorang guru tak bertanggung jawab, mengabaikan tugas-nya mendidik generasi muda. Seorang pedagang licik mencampur barang baik dengan barang buruk semata hanya karena ingin meraup keuntungan setinggi-tingginya. Termasuk yang tak kalah hina-dinanya adalah, seorang anak yang tak bertanggung jawab kepada kedua orang tua yang telah bersusah payah membesarkannya dari kecil.

Kita harus mengevaluasi diri, sampai sejauh mana kesadaran kita memikul amanah yang diembankan di pundak kita. Sejauh mana kita telah gigih mempertanggungjawabkan semua itu? Banyak tanggung jawab yang sebenarnya harus kita tunaikan. Sebagai manusia, kita perlu bertanya, apakah kita berperilaku dan bermartabat layaknya manusia, atau kita justru berjasad manusia namun berperilaku hewan? Sepanjang hari hanya sibuk memuaskan nafsu syahwat, keserakahan, kebuasan, kelicikan dan aneka perilaku lain layaknya tingkah binatang.

Sebagai Muslim kita wajib bertanya, apakah kita benar-benar menjaga kehormatan selaku seorang Islam, ataukah perilaku kita malah mencoreng kemuliaan Islam? Sebagai orang tua, kita perlu meraba hati, jangan-jangan selama ini kita tidak serius mendidik dan memberi suri teladan sehingga mereka tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang berakhlak buruk. Bisa jadi kitalah yang menjerumuskan anak-anak itu, bukan perilaku mereka sendiri.

Sebagai warga masyarakat, kita perlu merenung kembali, jangan-jangan kita ini termasuk "sampah masyarakat." Jangan menganggap sampah masyarakat itu orang miskin. Orang kaya, bergelar, berkedudukan, berkuasa, namun kalau kelakuannya buruk, angkuh, sok pamer dan tidak bermanfaat sedikit pun, dia bisa juga disebut sampah masyarakat! Orang berada yang tak peduli kepada orang miskin dan justru mengeksploitasi keringat orang miskin, maka dialah sampah masyarakat yang paling busuk.

Di atas hanyalah sebagian contoh dari tanggung jawab yang bisa kita renungkan. Masih banyak aneka tanggung jawab lain yang mesti kita pikul dalam kehidupan sehari-hari. Maka mulailah kita bangun akhlak kita dengan bertanggung jawab terhadap amanah-amanah, sekalipun kecil nilainya.

Rawatlah tanggung jawab penampilan kita. Bersikaplah manis, jangan sampai wajah kita tidak terkendali, selalu cemberut dan merusak kehangatan suasana. Bertanggung jawablah terhadap kata-kata yang kita keluarkan. Jangan bicara kecuali yang benar dan manfaat.

Bertanggung jawablah terhadap kebersihan lingkungan. Jangan sekali-kali membuang sampah sembarangan. Mungkin kita bersih, tapi orang lain jadi terkotori. Membuang sampah sembarangan bisa dikatakan sebagai salah satu perilaku yang tidak bertanggung jawab.

Bertanggungjawablah selama di perjalanan. Jangan menyerobot, tak mau antre, dan selalu berbuat bising di jalan. Nikmati hidup tertib sebagai cerminan sikap tanggungjawab kita. Bertanggung jawablah atas keamanan. Jangan sampai merugikan dan mencelakakan orang lain. Aturlah sikap dan perilaku kita sehingga orang lain merasa aman dan nyaman dengan tingkah laku kita.

Bertanggung jawablah dalam hal keuangan. Pastikan tidak ada hak orang lain yang ada pada diri kita yang terambil secara yang tidak halal. Hindari perilaku mark up, suap-menyuap, korupsi, mengambil kembalian tanpa permisi, melalaikan utang dan perilaku-perilaku curang lain. Pastikan tidak ada harta haram pada diri kita. Dengan perilaku ini, insya Allah, kita akan sangat bahagia, terhormat, dan akan dicukupi rezeki oleh Allah SWT.

Bertanggungjawablah bila diberi amanah kedudukan dan kekuasaan dengan berjuang serius memajukan kesejahteraan lahir batin seluruh karyawan, memajukan perusahaan dan menguntungkan semua pihak. Dan jangan sekali-kali secara curang mengorbankan amanah untuk kepentingan diri pribadi. Itu adalah ciri khas orang curang yang akan gagal kariernya.

Dan bertanggung jawablah bila kita melakukan kesalahan. Seberat apa pun hukuman dunia yang harus dipikul karena kesalahan itu, masihlah lebih ringan dibandingkan hukuman berupa siksa Allah yang perihnya tiada terlukiskan oleh gambaran apa pun. Yakinlah, manusia pada umumnya akan memaafkan bahkan simpati kepada orang yang pernah berbuat salah, lalu sadar, bertobat dan berusaha mempertanggungjawabkan kesalahannya. Mungkin saja tubuhnya menghadapi hukuman, namun Allah dengan kemurahan-Nya akan mengampuni dan memulihkan nama baiknya di dunia ini maupun di akhirat kelak. Wallahu a`lam.***

oleh: aa Gym



Apakah KitaTelah Jadi Pengikut Iblis?

Dahulu, ketika saya masih di pesantren, beberapa orang teman saya begitu mendapat tempat di hati para ustadz dan ustadzah. Walau ia tidak begitu pintar, gagah, cantik, berprestasi, dan luas pengetahuan tapi hal itu tidak mengurangi perhatian yang diberikan para ustadz dan ustadzah padanya.

Ada juga diantara teman-teman yang sering dimarahi dan terkesan agak dipersulit urusannya kalau ia minta izin, misalnya. Dan tidak mendapatkan peran penting dalam acara atau kepengurusan di organisasi. Mungkin sebagian kita yang pernah sekolah di pesantren pernah mengalami perlakuan itu.

Apa penyebabnya?
Saya perhatikan, diantara faktor mereka disayangi adalah, karena mereka selalu menjalankan disiplin yang ada. Mereka menghargai dan menghormati peraturan tersebut. Mereka sangat jarang melanggar. Sehingga nama mereka jarang terpanggil masuk mahkamah (pengadilan santri) dan dilaporkan pada ustadz. Walau mereka tidak begitu berprestasi dan tidak begitu pintar, namun mereka tetap mendapatkan tempat terhormat.

Adapun yang sering melanggar; sering terlambat kemesjid, cabut, merokok dan berhubungan dengan lawan jenis. Mereka dicap sebagai santri yang tidak patuh. Dan bahkan karena seringnya pelanggaran itu dilakukan, mereka dianggap pembangkang. Walau dari mereka ada yang pintar, ganteng, cantik, berprestasi dan luas pengetahuan.

Semua santri/wati tahu akan peraturan. Tahu bahwa terlambat kemesjid akan dihukum. Tahu kalau sering berbahasa daerah akan masuk mahkamah, tahu kalau merokok itu dilarang dan tahu kalau berhubungan dengan lawan jenis tidak dibolehkan.
Namun tetap masih ada yang melanggar. Satu kali, barangkali bisa dimaklumi karena belum terbiasa dengan peraturan atau tidak tahu, atau khilaf, dan lain sebagainya. Tapi kalau pelanggaran sering dilakukan seakan ada unsur kesengajaan dan mengabaikan peraturan itu.

Banyak dari kita (muslim) yang mengetahui bahwa shalat berjamaah di mesjid lebih afdhal dari shalat di rumah, membaca al-Quran berbuah pahala, berziarah melapangkan rezki, berpuasa, bermujahadah dalam menuntut ilmu, berdakwah dan shalat pada waktu malam mendapat pahala, dan berbuat kebaikan lainnya, namun berapa orangkah yang rajin mengamalkannya?

Dan banyak juga dari kita yang mengetahui bahwa melihat yang haram itu dilarang, mendengar yang haram itu dilarang, berbohong, berburuk sangka, mengghibah, mencuri dan menghina sesama muslim, berpacaran, tidak dibolehkan dalam agama, dan berbuat dosa dan maksiat lainnya, namun kenapa masih banyak yang melakukannya?

Sangat disayangkan yang melakukan itu mereka yang punya pengetahuan dan menyandang gelar pelajar agama. Kenapa ada yang patuh pada perintah Allah SWT dan kenapa ada yang melanggar sedang mereka mengetahui ?

Iblis telah diusir dari rahmat Allah SWT. Ia menjadi makhluk terkutuk dan kelak akan menjadi penghuni tetap di neraka. Iblis mengetahui akan kekuasaan Allah, bahwa Allah adalah Pencipta dan Maha Kuasa atas segala sesuatu dan kalau membangkang perintah Allah ia akan dihukum. Tapi rasa sombong yang menguasasi hatinya membuatnya enggan melaksanakan perintah Allah untuk sujud pada nabi Adam As. Tidak ada gunanya bagi iblis ilmunya tentang Allah, dan karena ketidakpatuhan pada Allah membuatnya terlaknat.

Karenanya dikatakan, celaka dan merugilah orang yang berilmu sampai ia mengamalkan ilmunya.

Orang yang tidak patuh pada kebenaran secara tidak langsung telah menjadi pengikut iblis. Ia telah dikuasai oleh hawa nafsunya. Sehingga ia menolak untuk tunduk pada kebenaran. Kebenaran baginya adalah 'ma qâlathu an-nafsu (segala apa yang dikatakan hawa nafsu). Dan ketika suatu hal tidak sesuai dengan kehendak nafsunya ia akan enggan dan berat untuk mengikuti.

Mereka yang sering melanggar perintah Allah SWT, di dunia mereka akan hidup dalam kesempitan, tidak pernah merasa tenang, selalu dalam kesulitan dan kelak di akhirat mereka akan dijauhkan dari rahmat Allah, akan dipersulit hisabnya, dan tidak ada tempat bagi manusia pelanggar kecuali neraka.

Sedangkan mereka yang selalu patuh, walau itu terasa berat bagi mereka, tapi mereka tetap sabar dan istiqamah. Kelak mereka akan mendapat tempat terhormat dan dimuliakan disisi Allah, dipermudah hisab mereka dan didekatkan pada Allah SWT, karena kepatuhan dan ketaatan mereka pada Allah.

Ilmu yang sesungguhnya, adalah yang membuat seseorang semakin mengenal Allah, dekat pada-Nya, patuh pada perintah-Nya dan takut untuk bermaksiat pada-Nya.

Ketika ia tahu bahwa shalat berjamaah di mesjid lebih utama, iapun dengan penuh semangat mengerjakannya. Ketika ia tahu bahwa berhubungan dengan lawan jenis (pacaran) dilarang, iapun dengan penuh semangat meninggalkannya. Dan ketika ia tahu berzina itu perbuatan yang haram, ia pun menjauhinya, dan lain sebagainya.

Adapun bila ilmu yang dimiliki, walau ia nya seluas samudera, tapi kalau tidak diamalkan dan orang tersebut tidak takut pada Allah, tidak patuh pada perintah-Nya, maka orang tersebut belumlah bisa dikatakan berilmu yang sebenarnya, dan bahkan ilmunya yang banyak tersebut akan bisa membuatnya celaka di akhirat kelak.

Kecerdasan intelektual dan luasnya ilmu yang dimiliki belumlah cukup membuat seseorang menjadi mulia di sisi Allah, tapi kecerdasan spiritual dan emosinal (al-malakatu `ala an-nafs) yang lebih banyak menentukan kesuksesan seseorang dalam hidup. Anda mengetahui kebaikan (intelektual ), anda punya dorongan untuk melakukan (emosional ), anda kerjakan dengan sungguh-sungguh dan anda tujukan semuanya untuk meraih ridha Allah (spiritual ), begitulah yang semestinya.

Mari kita bertanya dengan penuh jujur pada diri kita masing-masing. Apakah selama ini kita merasa begitu berat dan enggan untuk patuh pada kebenaran? Bila ternyata itu benar, maka segeralah berbenah diri sebelum terlambat.
Semoga bisa menjadi renungan.

Salam dari Kairo,
marif_assalman@yahoo.com
Lagi ujian, mohon doa dari semua, moga sukses, terima kasih.

Senin, 20 April 2009

Raih Keberkahan Di Pagi Hari











Saudaraku, Islam ternyata sangat peduli dengan dinamika dan semangat beraktivitas di awal waktu. Setiap hari selalu diawali dengan datangnya waktu pagi. Waktu pagi merupakan waktu istimewa. Ia selalu diasosiasikan sebagai simbol kegairahan, kesegaran dan semangat. Barangsiapa merasakan udara pagi niscaya dia akan mengatakan bahwa itulah saat paling segar alias fresh sepanjang hari. Pagi sering dikaitkan dengan harapan dan optimisme. Pagi sering dikaitkan dengan keberhasilan dan sukses. Sehingga dalam peradaban barat-pun dikenal suatu pepatah berbunyi: ”The early bird catches the worm.” (Burung yang terbang di pagi harilah yang bakal berhasil menangkap cacing).

Dalam sebuah hadits ternyata Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam juga memberi perhatian kepada waktu pagi. Sehingga di dalam hadits tersebut beliau mendoakan agar ummat Islam peduli dan mengoptimalkan waktu spesial dan berharga ini.






Nabi shollallahu ’alaih wa sallam berdoa: “Ya Allah, berkahilah ummatku di pagi hari.” Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam biasa mengirim sariyyah atau pasukan perang di awal pagi dan Sakhru merupakan seorang pedagang, ia biasa mengantar kafilah dagangnya di awal pagi sehingga ia sejahtera dan hartanya bertambah.” (HR Abu Dawud 2239)

Melalui doa di atas Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam ingin melihat umatnya menjadi kumpulan manusia yang gemar beraktifitas di awal waktu. Dan hanya mereka yang sungguh-sungguh mengharapkan keberhasilan dan keberkahan-lah yang bakal sanggup berpagi-pagi dalam kesibukan beraktifitas. Oleh karenanya, saudaraku, janganlah kita kecewakan Nabi kita. Janganlah kita jadikan doa beliau tidak terwujud. Marilah kita menjadi ummat yang pandai bersyukur dengan adanya waktu pagi. Marilah kita me-manage jadwal kehidupan kita sehingga di waktu pagi kita senantiasa dilimpahkan berkah karena kita didapati Allah dalam keadaan ber’amal.

Janganlah kita menjadi seperti sebagian orang di muka bumi yang membiarkan waktu pagi berlalu begitu saja dengan aktifitas tidak produktif, seperti tidur misalnya. Biasanya mereka yang mengisi waktu pagi dengan tidur menjadi fihak yang sering kalah dan merugi. Bagaimana tidak kalah dan merugi? Pagi merupakan waktu yang paling segar dan penuh gairah... Bila di saat paling baik saja seseorang sudah tidak produktif, bagaimana ia bisa diharapkan akan sukses beraktifitas di waktu-waktu lainnya yang kualitasnya tidak lebih baik dari waktu pagi hari...???

Maka, di antara kiat-kiat agar insyaAllah kita selalu memperoleh keberkahan di pagi hari adalah:

Pertama, jangan biasakan begadang di malam hari. Usahakanlah agar setiap malam kita bersegera tidur malam. Idealnya kita jangan tidur malam melebihi jam sepuluh malam. Kalaupun banyak tugas, maka pastikan mulai tidur jangan lebih lambat dari jam sebelas. Kalaupun tugas sedemikian bertumpuknya, maka pastikan bahwa pukul duabelas tengah malam merupakan batas akhir kita masih bangun.

Kedua, pastikan bahwa sedapat mungkin kita bisa bangun di tengah malam sebelum azan Subuh untuk mengerjakan sholat tahajjud dan witir. Idealnya kita selalu berusaha untuk sholat malam sebagaimana Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam, yaitu sebanyak delapan rakaat tahajjud dan tiga rakaat witir. Namun jika tidak tercapai, maka kurangilah jumlah rakaatnya sesuai kesanggupan fisik dan ruhani sehingga minimal dua rakaat tahjjud dan satu rakaat witir. Tapi ingat, ini hanya dikerjakan bila kita terpaksa karena tidur terlalu larut malam mendekati jam duabelas malam. Yang jelas, usahakanlah setiap malam agar kita selalu bisa melaksanakan sholat malam (tahjjud plus witir). Karena Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menjamin bahwa orang yang menyempatkan diri untuk bangun malam dan sholat malam, maka ia bakal memperoleh semangat dan kesegaran di pagi harinya. Dan sebaliknya, barangsiapa yang tidak menyempatkan diri untuk bangun dan sholat malam, maka di pagi hari ia bakal memiliki perasaan buruk dan malas.









“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu bahwa Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Syetan akan mengikat tengkuk salah seorang di antara kamu apabila ia tidur dengan tiga ikatan. Syetan men-stempel setiap simpul ikatan atas kalian dengan mengucapkan: Bagimu malam yang panjang maka tidurlah. Apabila ia bangun dan berdzikir kepada Allah ta’aala maka terbukalah satu ikatan. Apabila ia wudhu, terbuka pula satu ikatan. Apabila ia sholat, terbukalah satu ikatan. Maka, di pagi hari ia penuh semangat dan segar. Jika tidak, niscaya di pagi hari perasaannya buruk dan malas.” (HR Bukhary 4/310)

Ketiga, pastikan diri tidak kesiangan sholat subuh. Dan khusus bagi kaum pria usahakanlah untuk sholat subuh berjamaah di masjid. Sebab sholat subuh berjamaah di masjid merupakan sarana untuk membersihkan hati dari penyakit kemunafikan.





Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Sesungguhnya sholat yang paling berat bagi kaum munafik adalah sholat isya dan subuh (berjamaah di masjid). Andai mereka tahu apa manfaat di dalam keduanya niscaya mereka akan mendatanginya walaupun harus merangkak-rangkak. (HR Muslim 2/123)




”Dan sungguh dahulu pada masa Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam tiada seorang tertinggal dari sholat berjama’ah kecuali orang-orang munafiq yang terang kemunafiqannya.” (HR Muslim 3/387)

Keempat, janganlah tidur sesudah sholat subuh. Segeralah isi waktu dengan sebaik-baiknya. Entah itu dengan bersegera membaca wirid atau ma’tsurat pagi atau apapun kegiatan bermanfaat lainnya. Barangkali bisa membaca buku, berolah-raga atau menulis buku atau bahkan berdagang sebagaimana kebiasaan sahabat Sakhru bin Wada’ah. Orang yang tidur di waktu pagi berarti menyengaja dirinya tidak menjadi bagian dari umat Islam yang didoakan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam memperoleh berkah Allah di pagi hari. Ia menyia-nyiakan kesempatan berharga. Pagi merupakan saat paling berkualitas sepanjang hari. Alangkah naifnya orang yang sengaja membiarkan waktu pagi berlalu begitu saja tanpa aktifitas bermanfaat dan produktif. Tak heran bila Nabi shollallahu ’alaih wa sallam justru memobilisasi pasukan perangnya untuk berjihad fi sabilillah senantiasa di awal hari yakni di waktu pagi sehingga fihak musuh terkejut dan tidak siap menghadapinya.

Ya Allah, berkahilah kami di pagi hari selalu. Ya Allah, kami berlindung kepada Engkau dari kemalasan dan ketidakberdayaan dalam hidup kami, terutama di waktu pagi hari.

Sumber: http://www.eramuslim.com/

Orang-orang Yang Didoakan Oleh Para Malaikat

Inilah orang - orang yang didoakan oleh para malaikat :

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci".
(Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)

2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.
Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia’"
(Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Muslim no. 469)

3. Orang - orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah.
Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf - shaf terdepan"
(Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra’ bin ‘Azib ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)

4. Orang - orang yang menyambung shaf pada sholat berjamaah
(tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf).
Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang - orang yang menyambung shaf - shaf"
(Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)

5. Para malaikat mengucapkan ‘Amin’ ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah.
Rasulullah SAW bersabda, "Jika seorang Imam membaca ‘ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh dhaalinn’, maka ucapkanlah oleh kalian ‘aamiin’, karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu"
(Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 782)

6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat.
Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat akan selalu bershalawat kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, ‘Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia"
(Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)

7. Orang - orang yang melakukan shalat shubuh dan ‘ashar secara berjama’ah.
Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat ‘ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat ‘ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, ‘Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?’, mereka menjawab, ‘Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat"
(Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)

8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
Rasulullah SAW bersabda, "Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata ‘aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan’"
(Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda’ ra., Shahih Muslim no. 2733)

9. Orang - orang yang berinfak.
Rasulullah SAW bersabda, "Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak’. Dan lainnya berkata, ‘Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit’"
(Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010)

10. Orang yang sedang makan sahur.
Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang - orang yang sedang makan sahur"
(Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519)

11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.
Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh"
(Imam Ahmad meriwayatkan dari ‘Ali bin Abi Thalib ra., Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar, "Sanadnya shahih")

12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.
Rasulullah SAW bersabda, "Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain"
(Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343)

Sumber Tulisan Oleh : Syaikh Dr. Fadhl Ilahi (Orang - orang yang Didoakan Malaikat, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, Cetakan Pertama, Februari 2005



Kamis, 05 Maret 2009

PELAJARAN DARI BENCANA TSUNAMI BAGI KITA

Gempa bumi tanggal 26 Desember 2004 di Asia Tenggara, yang terbesar dalam kurun waktu 40 tahun terakhir dan terbesar kelima sejak tahun 1900, tercatat 9 pada skala Richter. Gempa tersebut beserta gelombang tsunami yang terjadi setelahnya menyebabkan bencana yang menewaskan lebih dari 220.000 orang. Patahan seluas 1.000 kilometer persegi yang muncul akibat pergerakan sejumlah lempengan di bawah permukaan bumi dan energi raksasa yang ditimbulkan oleh bongkahan tanah raksasa yang berpindah tempat, berpadu dengan energi raksasa yang terjadi di samudra untuk membentuk gelombang tsunami. Gelombang tsunami itu menghantam negara-negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Sri Lanka, India, Malaysia, Thailand, Bangladesh, Myanmar, Maladewa dan Seychelles, dan bahkan pesisir pantai Afrika seperti Somalia, yang terletak sejauh kurang lebih 5.000 kilometer.

Istilah "tsunami," yang dalam bahasa Jepang berarti gelombang pelabuhan, menjadi bagian dari bahasa dunia pasca tsunami raksasa Meiji pada tanggal 15 Juni 1896 yang melanda Jepang dan menyebabkan 21.000 orang kehilangan nyawa.

Untuk memahami tsunami, sangatlah penting untuk dapat membedakannya dari pergerakan pasang-surut dan gelombang biasa yang diakibatkan oleh angin. Angin yang bertiup di atas permukaan laut menimbulkan arus yang terbatas pada lapisan bagian atas laut dengan memunculkan gelombang-gelombang yang relatif kecil. Misalnya; para penyelam dengan tabung udara dapat dengan mudah menyelam ke bawah dan mencapai lapisan air yang tenang. Gelombang laut mungkin dapat mencapai setinggi 30 meter atau lebih saat terjadi badai dahsyat, tapi hal ini tidak menyebabkan pergerakan air di kedalaman. Selain itu, kecepatan gelombang laut biasa yang diakibatkan angin tidaklah lebih dari 20 km/jam. Sebaliknya, gelombang tsunami dapat bergerak pada kecepatan 750-800 km/jam. Gelombang pasang surut bergerak di permukaan bumi dua kali dalam rentang waktu satu hari dan, seperti halnya tsunami, dapat menimbulkan arus yang mencapai kedalaman hingga dasar samudra. Namun, berbeda dengan gelombang pasang surut, penyebab gelombang tsunami bukanlah gaya tarik bumi dan bulan.

Tsunami merupakan gelombang laut berperiode panjang yang terbentuk akibat adanya energi yang merambat ke lautan akibat gempa bumi, letusan gunung berapi dan runtuhnya lapisan-lapisan kerak bumi yang diakibatkan bencana alam tersebut di samudra atau di dasar laut, peristiwa yang melibatkan pergerakan kerak bumi seperti pergeseran lempeng di dasar laut, atau dampak tumbukan meteor. Ketika lantai dasar samudra berpindah tempat dengan kecepatan tinggi, seluruh beban air laut di atasnya terkena dampaknya. Apa yang terjadi di lantai dasar samudra dapat disaksikan pengaruhnya di permukaan air laut, dan keseluruhan beban air laut tersebut, hingga kedalaman 5.000 - 6.000 meter, bergerak bersama dalam bentuk gelombang. Satu rangkaian bukit dan lembah gelombang itu dapat meliputi wilayah hingga seluas 10.000 kilometer persegi.

TSUNAMI TIDAK BERDAMPAK DI LAUTAN LEPAS

Di laut lepas tsunami bukanlah berupa tembok air sebagaimana yang dibayangkan kebanyakan orang, tetapi umumnya merupakan gelombang berketinggian kurang dari 1 meter dengan panjang gelombang sekitar 1.000 kilometer. Di sini dapat dipahami bahwa permukaan gelombang memiliki kemiringan sangat kecil (ketinggian 1 cm yang terbentang sejauh 1 km). Di wilayah samudra dalam dan lepas, gelombang seperti ini terjadi tanpa dapat dirasakan, meskipun bergerak pada kecepatan sebesar 500 hingga 800 km/jam. Hal ini dikarenakan pengaruhnya tersamarkan oleh gelombang permukaan laut biasa. Agar lebih memahami betapa tingginya kecepatan gelombang tsunami, dapat kami katakan bahwa gelombang tersebut mampu menyamai kecepatan pesawat jet Boeing 747. Tsunami yang terjadi di laut lepas tidak akan dirasakan sekalipun oleh kapal laut.

TSUNAMI MEMINDAHKAN 100.000 TON AIR KE DARATAN

Penelitian menunjukkan bahwa tsunami ternyata bukan terdiri dari gelombang tunggal, melainkan terdiri atas rangkaian gelombang dengan satu pusat di tengah, seperti sebuah batu yang dilemparkan ke dalam kolam renang. Jarak antara dua gelombang yang berurutan dapat mencapai 500-650 kilometer. Ini berarti tsunami dapat melintasi samudra dalam hitungan jam saja. Tsunami hanya melepaskan energinya ketika mendekati wilayah pantai. Energi yang terbagi merata pada segulungan air raksasa menjadi semakin memadat seiring dengan semakin mengerutnya gulungan air tersebut, dan meningkatnya tinggi gelombang permukaan secara cepat dapat diamati. Gelombang berketinggian kurang dari 60 cm di laut lepas kehilangan kecepatannya saat mendekati perairan dangkal, dan jarak antargelombangnya pun berkurang. Akan tetapi, gelombang yang saling bertumpang tindih memunculkan tsunami dengan membentuk dinding air. Gelombang raksasa ini, yang biasanya mencapai ketinggian 15 meter tapi jarang melebihi 30 meter, melepaskan kekuatan dahsyat saat menerjang pantai dengan kecepatan tinggi, sehingga menyebabkan kerusakan hebat dan menelan banyak korban jiwa.

Tsunami memindahkan lebih dari 100.000 ton air laut ke daratan untuk setiap meter garis pantai, dengan daya rusak yang sulit dibayangkan. (Gelombang tsunami terbesar yang pernah diketahui, yang melanda Jepang pada bulan Juli 1993, naik hingga 30 meter di atas permukaan air laut.) Tanda awal datangnya tsunami biasanya bukanlah berupa dinding air, akan tetapi surutnya air laut secara mendadak.

TSUNAMI-TSUNAMI BESAR DALAM SEJARAH

Gelombang-gelombang laut raksasa terbesar akibat gempa bumi yang tercatat dalam sejarah adalah sebagai berikut

Gelombang raksasa paling tua yang pernah diketahui akibat gempa di laut, yang diberi nama "tsunami" oleh orang Jepang dan "hungtao" oleh orang Cina, adalah yang terjadi di Laut Tengah sebelah timur pada tanggal 21 Juli 365 M dan menewaskan ribuan orang di kota Iskandariyah, Mesir.

Ibukota Portugal hancur akibat gempa dahsyat Lisbon pada tanggal 1 November 1775. Gelombang samudra Atlantik yang mencapai ketinggian 6 meter meluluhlantakkan pantai-pantai di Portugal, Spanyol dan Maroko.

27 Agustus 1883: Gunung berapi Krakatau di Indonesia meletus dan gelombang tsunami yang menyapu pantai-pantai Jawa dan Sumatra menewaskan 36.000 orang. Letusan gunung berapi tersebut sungguh dahsyat sehingga selama bermalam-malam langit bercahaya akibat debu lava berwarna merah.

15 Juni 1896: "Tsunami Sanriku" menghantam Jepang. Tsunami raksasa berketinggian 23 meter tersebut menyapu kerumunan orang yang berkumpul dalam perayaan agama dan menelan 26.000 korban jiwa.

17 Desember 1896: Tsunami merusak bagian pematang Santa Barbara di California, Amerika Serikat, dan menyebabkan banjir di jalan raya utama.

31 Januari 1906: Gempa di samudra Pasifik menghancurkan sebagian kota Tumaco di Kolombia, termasuk seluruh rumah di pantai yang terletak di antara Rioverde di Ekuador dan Micay di Kolombia; 1.500 orang meninggal dunia.

1 April 1946: Tsunami yang menghancurkan mercu suar Scotch Cap di kepulauan Aleut beserta lima orang penjaganya, bergerak menuju Hilo di Hawaii dan menewaskan 159 orang.

22 Mei 1960: Tsunami berketinggian 11 meter menewaskan 1.000 orang di Cili dan 61 orang di Hawaii. Gelombang raksasa melintas hingga ke pantai samudra Pasifik dan mengguncang Filipina dan pulau Okinawa di Jepang.

28 Maret 1964: Tsunami "Good Friday" di Alaska menghapuskan tiga desa dari peta dengan 107 warga tewas, dan 15 orang meninggal dunia di Oregon dan California.

16 Agustus 1976: Tsunami di Pasifik menewaskan 5.000 orang di Teluk Moro, Filipina.

17 Juli 1998: Gelombang laut akibat gempa yang terjadi di Papua New Guinea bagian utara menewaskan 2.313 orang, menghancurkan 7 desa dan mengakibatkan ribuan orang kehilangan tempat tinggal.

26 Desember 2004: Gempa berkekuatan 8,9 pada skala Richter dan gelombang laut raksasa yang melanda enam negara di Asia Tenggara menewaskan lebih dari 156.000 orang.

PENYEBAB TINGGINYA DAYA RUSAK TSUNAMI

Menurut informasi yang diberikan oleh Dr. Walter C. Dudley, profesor oseanografi dan salah satu pendiri Museum Tsunami Pasifik, tak menjadi soal seberapa besar kekuatan gempa bumi, pergerakan lantai dasar samudra merupakan syarat terjadinya tsunami. Dengan kata lain, semakin besar perpindahan lempeng kerak bumi di lantai dasar samudra, semakin besar jumlah air yang digerakkannya, dan hal ini akan menambah kedahsyatan tsunami. Hal lain yang meningkatkan daya rusak tsunami adalah struktur pantai yang diterjangnya: Selain faktor seperti bentuk pantai yang berupa teluk atau semenanjung, landai atau curam, bagian dari pantai yang selalu berada di dalam air mungkin saja memiliki struktur yang dapat menambah kedahsyatan gelombang pembunuh.

Dalam pernyataannya lain, yang memperjelas bahwa tindakan pencegahan yang dilakukan tidak dapat dianggap sebagai jalan keluar sempurna, Dudley mengatakan bahwa Amerika dan Jepang telah mendirikan perangkat pemantau paling mutakhir di Samudra Pasifik, tapi seluruh perangkat ini memiliki tingkat kesalahan lima puluh persen!

TANDA-TANDA ZAMAN AKHIR

Bencana alam, yang tidak dapat dicegah menggunakan sarana teknologi atau tindakan penanggulangan dini, menunjukkan betapa tak berdaya manusia sesungguhnya.

Dari abad ke-20, yang ditengarai sebagai "abad bencana alam", hingga kini, telah terjadi sejumlah bencana alam besar seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, angin tornado, badai, angin topan, angin puyuh, dan banjir, disamping tsunami, dan semua ini telah menimpakan kerusakan parah dan merenggut nyawa jutaan manusia. Ketika seseorang memikirkan fenomena luar biasa ini, dapat dipahami bahwa hal ini memiliki kemiripan dengan fenomena alam yang dinyatakan sebagai pertanda masa awal dari Zaman Akhir.

Menurut apa yang dinyatakan dalam hadits, Zaman Akhir adalah suatu masa yang akan datang menjelang terjadinya hari kiamat, dan ketika nilai-nilai Al Qur'an tersebar luas ke masyarakat. Tahap pertama dari Zaman Akhir adalah di kala manusia menjauhkan diri dari nilai-nilai ajaran agama, ketika peperangan semakin meningkat, dan fenomena alam luar biasa terjadi.

Demikianlah, di dalam sejumlah hadits, kota-kota dan bangsa-bangsa yang dilenyapkan dari lembaran sejarah dikabarkan sebagai tanda-tanda Zaman Akhir. Dalam hadits-hadits yang mengupas masalah tersebut Nabi kita menyatakan:

"Saat (Hari Akhir) tidak akan terjadi hingga ... gempa bumi menjadi sering terjadi." (Bukhari)

"Peristiwa-peristiwa besar akan terjadi di masanya [Imam Mahdi]." (Ibnu Hajar Haytahami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi'alamat al-Mahdi al-Muntazar, h. 27)

Ada dua peristiwa besar sebelum hari Kiamat ... dan kemudian tahun-tahun gempa bumi. (Diriwayatkan oleh Ummu Salamah (r.a.))

"Banyak peristiwa yang begitu menyedihkan akan terjadi di masanya [Imam Mahdi]." (Imam Rabbani, Letters of Rabbani, 2/258)

Di tahap kedua Zaman Akhir, Allah akan membebaskan manusia dari kebobrokan akhlak dan peperangan melalui Imam Mahdi. Di masa ini, yang dikenal sebagai Zaman Keemasan, peperangan dan pertikaian akan berakhir, dunia akan dipenuhi oleh kemakmuran, keberlimpahan dan keadilan, dan nilai-nilai ajaran Islam akan melingkupi bumi dan diamalkan secara luas. Masa seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya, dengan izin Allah, tetapi akan berlangsung sebelum hari kiamat. Tahap ini sekarang tengah menunggu saatnya yang ditentukan oleh Allah.

Segala sesuatu di bawah kendali Allah. Orang-orang beriman yang memahami kebenaran ini dan yang memiliki keimanan tulus kepada Allah, berserah diri kepada Tuhan kita dengan pemahaman bahwa mereka tengah mengikuti takdir mereka. Allah telah mengatur segala sesuatu dengan sempurna, hingga rinciannya yang terkecil, sejak penciptaan bumi hingga Hari Kiamat. Segala sesuatu dicatat dalam kitab "Lauh Mahfuz". Segala sesuatu telah terjadi dalam satu waktu dalam pandangan Allah, Yang tidak terikat oleh ruang ataupun waktu, dan ruang serta waktu dari setiap peristiwa telah ditetapkan. Fakta ini dinyatakan dalam sebuah ayat: "Untuk tiap-tiap berita (yang dibawa oleh rasul-rasul) ada (waktu) terjadinya dan kelak kamu akan mengetahui." (Al Qur'an, surat Al An'aam, 6:67)

Sumber : harunyahya.com